Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

APINDO Kabupaten Bekasi Berbagi Hewan Qurban dan Bakti Sosial untuk Penyandang ODGJ

Hallo Pabrikers, DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi hari ini (23/5) kembali menggelar kegiatan bakti sosial di Yayasan Fajar Berseri, Tambun Selatan, Bekasi. Yayasan ini bergerak di bidang pembinaaan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau rehabilitasi gangguan mental

Mei 23 2026, 16:45

Bekasi,-

Hallo Pabrikers, DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi hari ini (23/5) kembali menggelar kegiatan bakti sosial di Yayasan Fajar Berseri, Tambun Selatan, Bekasi. Yayasan ini bergerak di bidang pembinaaan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau rehabilitasi gangguan mental. 

Kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan 3 ekor kambing qurban, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga berbagai aktivitas hiburan bersama para penghuni yayasan. Kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin APINDO Kabupaten Bekasi yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian. Adapun jajaran pengurus APINDO Kabupaten Bekasi diantaranya  yang hadir diantara nya Dewi Sri Mangesti,  Saefullah, Tatang Suryaman dan Teti Yanuarti.  

Wakil Ketua V Bidang Sosial APINDO Kabupaten Bekasi, Dewi Sri Mangesti, mengatakan dalam kegiatan tahun ini APINDO bersama sejumlah perusahaan turut menyalurkan bantuan sekaligus menghadirkan layanan kesehatan bagi penghuni yayasan.

“Kegiatan hari ini seperti biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya, APINDO bersama para partisipan menyumbangkan tiga ekor kambing qurban dan kami juga mengajak para anggota untuk terlibat dalam kegiatan bakti sosial ini,” ujar Dewi.

Ia menjelaskan, selain APINDO, sejumlah perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya PT Nissin, Yamazaki, Kanefusa, Nutrifood, dan PT Mattel Indonesia. Tidak hanya memberikan bantuan, kegiatan juga diramaikan dengan senam bersama, hiburan bernyanyi, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias para penghuni yayasan.

“Tadi kami membuka kegiatan dengan senam bersama dan ternyata mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kami juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan dengan dukungan dokter dan obat-obatan,” katanya. Menurut Dewi, layanan kesehatan dalam kegiatan tersebut didukung oleh tim medis dari klinik PT Mattel Indonesia dan Klinik Citra Medica.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Fajar Berseri, Ahmad, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan APINDO Kabupaten Bekasi beserta perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada ibu-ibu serta para relawan yang telah hadir di tempat kami. Tentunya ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penghuni yayasan,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, Yayasan Fajar Berseri telah berdiri sejak tahun 1992 dan hingga kini terus merawat penghuni yang sebagian besar merupakan orang terlantar dan penyandang disabilitas mental.

“Kami berharap perhatian dan kepedulian seperti ini dapat terus berlanjut. Ketika memberi kepada mereka, itu adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi Sri Mangesti juga menjelaskan alasan APINDO kembali memilih Yayasan Fajar Berseri sebagai lokasi kegiatan sosial tahun ini. Menurutnya, yayasan yang dipimpin oleh Narsan tersebut memiliki peran besar dalam merawat orang-orang terlantar dengan gangguan disabilitas mental.

“Yayasan Fajar Berseri ini menjalankan semuanya secara mandiri, mulai dari mencari donatur hingga pendanaan operasional. Di sini ada sekitar 500 orang yang ditemukan dari jalanan kemudian dirawat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagian besar penghuni yayasan merupakan Orang Dengan Disabilitas Mental (ODDM) yang ditemukan terlantar tanpa keluarga.

“Kalau tidak ada yayasan seperti ini, siapa lagi yang akan merawat orang-orang yang terbuang di jalanan,” ujarnya.

Dewi berharap semakin banyak perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami semoga perusahaan lain yang belum sempat ikut serta tahun ini, ke depan bisa ikut terlibat. Jika ada perusahaan anggota yang ingin membantu atau menyumbang, bisa langsung datang ke sini,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

No Posts Found