APINDO Kabupaten Bekasi Gelar AI Talks, Dorong Penerapan Smart Manufacturing Berbasis AI
Hallo Pabrikers!! DPK APINDO Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan PT Indo Mega Vision menggelar seminar teknologi bertajuk “Mewujudkan Smart Manufacturing Berbasis AI dan Infrastruktur Hybrid” di Hotel Prime Biz Cikarang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai perusahaan kawasan industri Kabupaten Bekasi, termasuk Cikarang, Jababeka, MM2100, dan EJIP. Peserta didominasi perwakilan divisi IT, seperti manajer, supervisor, dan IT support yang mana peserta berasal dari anggota Apindo Kabupaten Bekasi. Peserta nonanggota juga dapat mengikuti kegiatan melalui konfirmasi terlebih dahulu, dengan prioritas diberikan kepada anggota APINDO Kabupaten Bekasi.
BEKASI —
Hallo Pabrikers!! DPK APINDO Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan PT Indo Mega Vision menggelar seminar teknologi bertajuk “Mewujudkan Smart Manufacturing Berbasis AI dan Infrastruktur Hybrid” di Hotel Prime Biz Cikarang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai perusahaan kawasan industri Kabupaten Bekasi, termasuk Cikarang, Jababeka, MM2100, dan EJIP. Peserta didominasi perwakilan divisi IT, seperti manajer, supervisor, dan IT support yang mana peserta berasal dari anggota Apindo Kabupaten Bekasi. Peserta nonanggota juga dapat mengikuti kegiatan melalui konfirmasi terlebih dahulu, dengan prioritas diberikan kepada anggota APINDO Kabupaten Bekasi.

Rangkaian acara meliputi pemaparan materi dari Bisnet dan PT Indo Mega Vision, demo unit teknologi untuk industri manufaktur, presentasi sponsor, serta sesi panel diskusi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan pemateri mengenai kebutuhan dan kendala teknologi di perusahaan.
Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Produktivitas APINDO Kabupaten Bekasi, Boy Chaidir Rosman, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi, produktivitas, dan kualitas industri manufaktur di Kabupaten Bekasi.
“Dengan adanya AI atau digitalisasi, itu sangat-sangat membantu perusahaan dalam mempersingkat waktu dan juga mengefisiensikan biaya, serta tentunya meningkatkan kualitas yang paling penting untuk customer.”
Menurut Boy, penerapan teknologi smart manufacturing telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan, salah satunya dalam grup Toyota. Ia melihat teknologi tersebut berpotensi diterapkan lebih luas, termasuk melalui penggunaan kamera berbasis AI untuk mendeteksi kualitas produk, mengidentifikasi pergerakan yang tidak sesuai, serta membedakan produk yang memenuhi standar dan tidak.
Boy juga menekankan bahwa penerapan AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing perusahaan. Penentuan prioritas, baik untuk peningkatan kualitas, keamanan, maupun aspek lainnya, menjadi langkah penting agar investasi teknologi dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
“Tentunya tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri. Misalnya mau dari kualitas atau dari sekuritas, itu harus ditentukan perusahaan sendiri yang ingin menerapkannya.”
Melalui kegiatan AI Talks, Boy berharap perkembangan teknologi dapat mendorong terciptanya proses produksi yang lebih efisien, sehingga perusahaan mampu menghasilkan produk berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Harapannya bisa memberikan harga yang terjangkau, dalam arti kata produk-produk yang akan kita buat ini harganya semakin seefisien mungkin dan mengeluarkan biaya seminim mungkin.”
Menurut Boy, penerapan teknologi smart manufacturing telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan, salah satunya dalam grup Toyota. Ia melihat teknologi tersebut berpotensi diterapkan lebih luas, termasuk melalui penggunaan kamera berbasis AI untuk mendeteksi kualitas produk, mengidentifikasi pergerakan yang tidak sesuai, serta membedakan produk yang memenuhi standar dan tidak.
Boy juga menekankan bahwa penerapan AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing perusahaan. Penentuan prioritas, baik untuk peningkatan kualitas, keamanan, maupun aspek lainnya, menjadi langkah penting agar investasi teknologi dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
“Tentunya tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri. Misalnya mau dari kualitas atau dari sekuritas, itu harus ditentukan perusahaan sendiri yang ingin menerapkannya.”
Melalui kegiatan AI Talks, Boy berharap perkembangan teknologi dapat mendorong terciptanya proses produksi yang lebih efisien, sehingga perusahaan mampu menghasilkan produk berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Harapannya bisa memberikan harga yang terjangkau, dalam arti kata produk-produk yang akan kita buat ini harganya semakin seefisien mungkin dan mengeluarkan biaya seminim mungkin.” (*)