APINDO Kabupaten Bekasi Gelar Seminar Penanggulangan Dampak Bencana Alam di Dunia Industri
Hallo Pabrikers, DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi mengadakan seminar bertema Penanggulangan Dampak Bencana Alam di Dunia Industri pada Senin (21/1) bertempat di President Executive Club, Jababeka, Cikarang.
Cikarang,-Â
Hallo Pabrikers, DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi mengadakan seminar bertema Penanggulangan Dampak Bencana Alam di Dunia Industri pada Senin (21/1) bertempat di President Executive Club, Jababeka, Cikarang. Acara ini dihadiri oleh ratusan anggota APINDO serta narasumber ahli dari berbagai bidang, yakni Agus Suparno, Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi, dan Darmawijaya, Kepala Pemadam Kebakaran PT. Jababeka Infrastruktur.
Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, Yusuf Wibisono, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi bencana alam, khususnya di kawasan industri yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir dan gempa bumi.Â

“Kondisi jalan yang rusak atau berlubang juga meningkatkan potensi bahaya, sehingga penting bagi kita untuk konsisten melakukan perbaikan dan pemetaan titik rawan bencana,” ujarnya.
Yusuf juga menyoroti pentingnya prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ia tambahkan menjadi “2K”: komitmen dan konsistensi.Â
“K3 itu adalah keselamatan kerja, dan saya tambahkan 2K: komitmen dan konsisten. Ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diterapkan. Setiap pagi, saya meminta seluruh karyawan untuk menyampaikan safety komitmen hari ini, bahkan dari langkah terkecil. Cara ini membantu meningkatkan kesadaran atau awareness setiap individu terhadap keselamatan,” jelasnya.
Ia juga menekankan perlunya langkah konkret seperti simulasi tanggap darurat yang dapat menjadi panduan bagi perusahaan dalam menghadapi potensi bencana.Â
“Program seperti simulasi tanggap darurat perlu dijalankan secara berkala. Selain itu, penting bagi kita untuk berbagi informasi dan benchmarking antarperusahaan agar langkah-langkah pencegahan bencana dapat diaplikasikan di tempat masing-masing,” tambah Yusuf.

Seminar ini secara khusus membahas langkah mitigasi terhadap banjir dan gempa bumi yang berpotensi mengganggu aktivitas di kawasan industri. Yusuf mengusulkan adanya pemetaan titik rawan bencana di setiap kawasan industri sebagai dasar untuk pengambilan keputusan mitigasi bencana yang lebih tepat.
Masuk ke dalam sesi diskusi, Agus Suparno, Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi, dalam paparannya menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki lima klasifikasi bencana alam yang sering terjadi, yaitu banjir biasa, banjir bandang, kekeringan, longsor, dan angin puting beliung.Â

“Tak luput juga bencana lainnya seperti kebakaran, banjir rob, gempa bumi, dan kegagalan teknologi, seperti kebocoran pipa gas industri,” ungkap Agus.
Ia menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Bekasi tengah melakukan pemetaan terhadap potensi bencana alam di sekitar kawasan industri. “Kami akan melihat dan tentunya juga bersinergi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan ini agar menjadi rencana kontinjensi yang kemudian dapat diimplementasikan menjadi rencana aksi,” jelasnya.
Sementara itu, Darmawijaya, Kepala Pemadam Kebakaran PT. Jababeka Infrastruktur memberikan penekanan pada pentingnya pencegahan dan penanganan kebakaran.Â
“Kebakaran adalah api kecil yang membesar kemudian tidak bisa dikendalikan dan dapat menimbulkan berbagai macam kerugian. Ketika kita berhadapan dengan api, bapak ibu harus tenang dan dapat bereaksi cepat untuk mencegah terjadinya kebakaran, karena api kecil akan lebih mudah dipadamkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan rutin untuk menangani ciri-ciri awal kebakaran.Â
“Jika bapak dan ibu di perusahaan sering atau rutin berlatih simulasi penanganan kebakaran, bapak ibu akan tahu ilmunya dan dapat menangani kejadian tersebut dengan benar dan cepat,” tambah Darmawijaya.
Seminar ini berhasil memberikan wawasan dan solusi konkret dalam mengantisipasi bencana alam dan kebakaran di kawasan industri. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan para ahli, diharapkan langkah mitigasi bencana dapat semakin efektif dan berkelanjutan untuk melindungi keberlangsungan industri dan masyarakat di Kabupaten Bekasi. (prs)

