Bukan Sekadar Adu Argumen, Ini Strategi Negosiasi Efektif ala NLP untuk Praktisi HR
Hallo Pabrikers!! Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Kabupaten Bekasi melalui Bidang Pendidikan menggelar workshop “Successful HR Negotiation Through NLP” dalam format 1-Day In-Class Training, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Conference Room EJIP, EJIP Industrial Park, Cikarang, tersebut menghadirkan Pusta Hery Kurnia sebagai trainer.
CIKARANG –
Hallo Pabrikers!! Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Kabupaten Bekasi melalui Bidang Pendidikan menggelar workshop “Successful HR Negotiation Through NLP” dalam format 1-Day In-Class Training, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Conference Room EJIP, EJIP Industrial Park, Cikarang, tersebut menghadirkan Pusta Hery Kurnia sebagai trainer.
Workshop yang diikuti peserta dari berbagai perusahaan dan institusi di Kabupaten Bekasi ini membahas teknik negosiasi melalui pendekatan Neuro-Linguistic Programming (NLP), mulai dari mengelola persepsi, penggunaan bahasa dalam komunikasi, hingga memahami berbagai kepentingan dalam lingkungan kerja.
Dalam pemaparannya, Pusta menjelaskan bahwa negosiasi merupakan bagian dari aktivitas profesional sehari-hari. Praktisi HR, misalnya, harus berhadapan dengan karyawan, manajemen, user, kandidat, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Segala hal itu bisa dinegosiasikan,” ujar Pusta.
Menurutnya, tantangan dalam negosiasi bukan hanya bagaimana menghadapi seseorang, tetapi bagaimana mengelola berbagai kepentingan yang dimiliki para pihak. Karena itu, kemampuan memahami posisi pihak lain menjadi bagian penting dalam proses negosiasi.
Pusta juga mengajak peserta memahami pentingnya persepsi ketika menghadapi masalah. Menurutnya, tidak semua persoalan dapat diubah sehingga seseorang perlu memiliki kemampuan untuk mengubah cara pandangnya terhadap situasi tersebut.
“Kalau kita nggak bisa mengubah masalah, kita perlu mengubah persepsi kita terhadap masalah itu supaya kita bisa terus jalan,” jelasnya.
Perubahan persepsi tersebut, lanjutnya, dapat membantu seseorang menghadapi persoalan dengan lebih tenang. Dalam lingkungan kerja, kemampuan tersebut penting agar seseorang tidak langsung terbawa emosi ketika menghadapi situasi yang sulit.
Materi lainnya membahas penggunaan bahasa dalam membangun respons seseorang. Pusta menjelaskan bahwa kata-kata yang digunakan dalam komunikasi dapat memengaruhi pola pikir maupun respons orang lain.
Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat diterapkan dalam membangun suasana positif di dalam tim. Ia juga menjelaskan bahwa NLP berkembang melalui proses pengamatan dan pemodelan terhadap pola komunikasi dan perilaku tertentu.
Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan negosiasi tidak hanya bergantung pada apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disampaikan dan bagaimana seseorang meresponsnya.
Pada akhirnya, workshop ini menekankan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mengelola berbagai kepentingan dan menemukan solusi bersama. Bagi praktisi HR dan profesional industri, kemampuan memahami pihak lain, mengelola persepsi, serta menggunakan komunikasi secara tepat menjadi bekal penting dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih efektif dan harmonis.