Catatan May Day 2024 APINDO Kabupaten Bekasi: Sudah Saatnya Para Pekerja Untuk "Skill Up"
Hallo Pabrikers, DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Forkopimda Kabupaten Bekasi, serta sejumlah elemen Serikat Pekerja turut serta dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2024. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Lippo Cikarang pada Senin (01/05/24).
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Forkopimda Kabupaten Bekasi, serta sejumlah elemen Serikat Pekerja turut serta dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2024. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Lippo Cikarang pada Senin (01/05/24).
Dalam kesempatan yang berharga ini, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memberikan penghargaan kepada para pekerja atas kontribusi mereka dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi dan dunia secara keseluruhan. Ia juga mendorong seluruh pekerja untuk meningkatkan kompetensi mereka, sejalan dengan tema May Day tahun 2024 yang mengusung semangat "May Day is Terampil Day". Menurutnya, pekerja yang memiliki keterampilan yang tinggi tidak hanya meningkatkan nilai diri mereka sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif yang besar pada pertumbuhan dan kemajuan bangsa.
Selain itu, Dani Ramdan menekankan pentingnya membangun kembali hubungan industrial yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, sebagaimana diamanatkan oleh regulasi terbaru, yaitu Nasional nomor 76 tahun 2024. Hal ini dianggap sebagai landasan untuk menerapkan hubungan industrial yang adil dan berkeadilan di perusahaan.
Sementara itu, Ketua APINDO Kabupaten Bekasi, Sutomo menyambut baik hari buruh yang berjalan hangat dan kondusif . Pengusaha, kata Sutomo, menekankan pentingnya implementasi hubungan industrial dengan lebih jelas, karena tidak hanya mengandalkan regulasi semata, tetapi juga mengakomodasi prinsip musyawarah sebagaimana tercantum dalam sila-sila Pancasila.

Sutomo juga menyoroti upaya untuk meningkatkan keterampilan para pekerja melalui apa yang disebutnya sebagai "skill up". Menurutnya, penting bagi para pekerja untuk terus mengembangkan keterampilan mereka agar dapat berkembang menjadi manajer di masa depan. Program pelatihan dan sertifikasi keterampilan menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Di samping itu, Sutomo juga menekankan pentingnya pendidikan tentang kewirausahaan sebagai alternatif bagi para pekerja yang ingin mencari peluang baru setelah pensiun dari dunia kerja. "Kita berharap di usia 45-55 tahun itu masih bisa produktif melalui jalur wirausaha juga. Melalui program-program seperti One Day Workshop, para pekerja dapat diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar kewirausahaan dan dipersiapkan untuk memasuki dunia bisnis setelah masa kerja mereka berakhir," kata pria asli Jawa Tengah ini.
Untuk itulah, kata Sutomo, APINDO mendukung penuh peluncuran mobile training unit oleh Dinas Tenaga Kerja. "Mobile Training Unit ini untuk mendukung program secondary carer agar pekerja di kita tidak hanya linear berorientasi menjadi pekerja tetapi juga menjadi pengusaha atau wirausaha. Jadi Mobile Training Unit ini akan datang ke perusahaan-perusahaan untuk melatih para pekerja yang berminat membangun dunia wirausaha sesuai dengan minatnya," kata pengusaha klinik ini.
APINDO mendukung segala inisiatif untuk mengedukasi para pekerja tentang kewirausahaan sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan mereka setelah pensiun dari dunia kerja. "Kewirausahaan dapat menjadi alternatif yang menjanjikan bagi para pekerja yang ingin memperluas keterampilan dan menciptakan peluang baru di tengah persaingan pasar yang semakin ketat," tambahnya.
Dalam konteks ini, APINDO Kabupaten Bekasi juga berencana untuk meluncurkan program pelatihan dan pendidikan lanjutan untuk para pekerja guna meningkatkan keterampilan mereka dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan. Dengan berbagai upaya ini, Sutomo optimis bahwa peringatan Hari Buruh 2024 ini dapat menjadi momentum positif untuk memperbaiki hubungan industrial, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mempersiapkan generasi masa depan untuk tantangan ekonomi yang semakin kompleks.(*)