Disperin Bangun Strategi untuk Wujudkan Para IKM Naik Kelas
Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berdedikasi untuk membantu para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk melakukan modernisasi.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berdedikasi untuk membantu para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk melakukan modernisasi.
Untuk membantu IKM-IKM ini tumbuh, berkembang, dan naik kelas, empat fase telah direncanakan.
Menurut Kustanto Dwi Purnomo, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, timnya masih terus bekerja untuk menyediakan alat yang dibutuhkan IKM untuk berkembang.
Para IKM kecil naik menjadi menengah, menengah naik menjadi industri besar.
"Maka kami siapkan dan sangat menyarankan para pelaku IKM ini memperhatikan empat aspek dan langkah ini," kata Kustanto kepada TribunBekasi.com, pada Rabu (25/10/2023).
Empat aspek sekaligus langkah ini, lanjut Kustanto, yakni para pelaku IKM wajib memperhatikan legalitas.
Mulai dari nomor induk berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) hingga sertifikat standar berusaha.
"Mereka yang belum punya untuk dapat menghubungi kami untuk dibantu proses pembuatannya dan melengkapi aspek legalitas tersebut. Bahkan tiap tahun ada sekitar 200 IKM ini dapat pemenuhuan aspek legalnya," jelasnya.
Kustanto melanjutkan, langkah kedua meningkatkan kompetensi. Mulai peningkatan mutu kualitas produk, pengembangan SDM (sumber daya manusia), maupun pemasaran.
Dalam langkah ini, pihaknya memberikan pelatihan berupa workshop kepada para IKM.
"Ketiga aspek regional, langkahnya kami jembatani jejaring buat bisa kembangkan pasarkan produksi di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, daerah lain, se-Indonesia bahkan luar negeri berupa ekspor," katanya.
Terakhir, kata Kustanto, aspek rekomendasi juga bakal diberikan kepada para IKM di Kabupaten Bekasi.
Para IKM hasil pembinaan yang telah memiliki kompetensi dan standar baik, bisa diarahkan bermitra dan menjadi suplier perusahaan besar.
"Kita selalu berikan rekomendasi IKM punya kompetensi dan standar produk yang baik kepada perusahaan-perusahaan besar," katanya.
"Kita terus dorong agar perusahaan besar dapat gunakan produk IKM Kabupaten Bekasi," tambahnya.
Dia menambahkan, total ada sekira 15.000 perusahaan industri besar, menengah, mikro dan kecil di Kabupaten Bekasi.
Rinciannya, industri menengah 1.500, mikro 920, kecil 800 dan sisanya perusahaan besar. Dari jumlah IKM itu sekira 20 persen sudah mendapatkan pembinaan.
Hasilnya, banyak yang sudah berhasil bahkan ada yang lakukan ekspor. Seperti produk tas, sepatu dan pakaian, industri kecap di Tambun Utara yang diekspor ke Arab Suadi dan Jepang.
"Maka itu jika IKM penuhi empat aspek sekaligus langkah itu diharapkan dapat berkembang maju dan naik kelas," tutupnya.
Source : Bekasi.tribunnews.com