Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Performa Unggul, Ekspor Industri Manufaktur Indonesia Capai Surplus dan Dominasi dengan Capaian USD 187 Miliar.

Industri pengolahan nonmigas secara konsisten terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian angka ekspor nasional

Jan 19 2024, 07:00

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Industri pengolahan nonmigas secara konsisten terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian angka ekspor nasional. Pada tahun 2023, ekspor  manufaktur diperkirakan mencapai $186,98 miliar, menyumbang 72,24% dari total  ekspor nasional sebesar $258,82 miliar.

"Di tengah situasi global yang  tidak stabil, industri kita tetap aktif memperluas pasar ekspornya. Artinya produk yang kita hasilkan memiliki daya saing sehingga diakui dunia kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita di Jakarta pada Rabu, 17 Januari."

Menperin menggaris bawahi, realisasi nilai ekspor  manufaktur  Januari-Desember 2023 melebihi target yang diperkirakan sebelumnya  sekitar USD 186,4 miliar.“Kami menargetkan $193,4 miliar pada tahun 2024. Kami optimistis bisa mencapainya,” ujarnya.

Menteri Perindustrian menyatakan, sektor yang memberikan kontribusi erbesar terhadap pencapaian angka ekspor  manufaktur tanah air antara lain industri logam dasar, industri makanan, industri bahan kimia dan produk kimia, industri otomotif, serta industri trailer dan otomotif. Industri semi trailer, industri komputer, peralatan elektronik dan optik konsumen, serta industri kertas dan produk kertas.

"Kinerja ekspor yang kuat ini tentunya memberikan kontribusi signifikan terhadap  neraca perdagangan  manufaktur yang mencatat surplus sebesar $17,39 miliar. Artinya, pada tahun 2022 kita juga akan mengalami surplus.'' ujarnya. Menurut Agus, tren positif ini menegaskan bahwa industri manufaktur Tanah Air merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

"Oleh karena itu, dalam penerapan berbagai kebijakan strategis, pemerintah secara serius fokus  untuk memulihkan kinerja industri manufaktur dengan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan terkait," ujarnya. Industri manufaktur  di negara ini semakin berkembang di tingkat global, seperti yang ditunjukkan dalam Laporan Safeguard Global, dimana Indonesia adalah salah satu dari  10 negara dengan kontribusi terbesar terhadap manufaktur produk global dan merupakan satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam peringkat tersebut.daftar. Menurut publikasi tersebut, Indonesia menyumbang 1,4 persen barang manufaktur dunia.

Posisi bergengsi tersebut merupakan lompatan signifikan sejak empat tahun  lalu, Indonesia menduduki peringkat ke-16. Pada Januari-Desember 2023, pangsa pasar ekspor industri pengolahan Indonesia masih terkonsentrasi di  Tiongkok dengan pangsa sebesar 23,60 persen, disusul Amerika Serikat (12,25 persen) dan India (6,33 persen). Kegiatan perekonomian global diperkirakan masih menghadapi risiko dan ketidakpastian pada tahun 2024, sebagaimana tercermin dari proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global oleh berbagai organisasi internasional, sehingga harga komoditas diperkirakan akan menurun. Hal ini akan berdampak langsung pada aktivitas perdagangan Indonesia di Mokulong.

"Oleh karena itu, Pemerintah akan terus memantau dampak perkembangan global terhadap ekspor negara-negara dan akan menyiapkan langkah-langkah proaktif melalui langkah-langkah strategis berkelanjutan seperti: Misalnya, peningkatan sumber daya alam; Hal ini termasuk memperkuat daya saing ekspor berorientasi pada produk industri, mendiversifikasi. perdagangan utama negara mitra, atau menargetkan negara non-tradisional sebagai tujuan ekspor."



source kemenperin.go.id

Berita Terkait

No Posts Found