HR Hadapi Krisis Saat Perusahaan Viral, PDC dan BAP Gelar HR Crisis Response Masterclass
Hallo Pabrikers!! President Development Center (PDC) bersama PT Bima Adikarya Persada (BAP) menggelar HR Crisis Response Masterclass bertajuk “Perusahaan Tiba-Tiba Viral, HR Harus Ngapain??” pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ginza Business Loft, Jl. Cikarang Baru Raya Ruko B2-5, ini diikuti para praktisi HR dari sejumlah perusahaan di kawasan industri Jababeka dan sekitarnya.
Cikarang-
Hallo Pabrikers!! President Development Center (PDC) bersama PT Bima Adikarya Persada (BAP) menggelar HR Crisis Response Masterclass bertajuk “Perusahaan Tiba-Tiba Viral, HR Harus Ngapain??” pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ginza Business Loft, Jl. Cikarang Baru Raya Ruko B2-5, ini diikuti para praktisi HR dari sejumlah perusahaan di kawasan industri Jababeka dan sekitarnya.

Seminar tersebut membahas langkah yang perlu dilakukan HR ketika perusahaan menghadapi krisis akibat isu yang viral, khususnya ketika muncul unggahan atau informasi yang berpotensi memengaruhi reputasi perusahaan. Antony Japari, Director of President Development Center, menjelaskan bahwa pembahasan dalam seminar diarahkan pada perspektif manajemen dan HR dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kami ingin memberikan ilmu dan pengetahuan kepada para peserta tentang apa yang harus dilakukan pada saat terjadi krisis karena viralnya perusahaan, dari berbagai macam sisi,” ujar Antoni.
Menurut Antony, salah satu fokus yang dibahas adalah bagaimana perusahaan merespons ketika terdapat tindakan karyawan yang memicu persoalan di ruang publik. HR dinilai perlu memahami langkah yang tepat agar persoalan yang awalnya muncul sebagai isu dapat ditangani sebelum berkembang menjadi krisis yang berdampak lebih luas terhadap reputasi perusahaan.

Dalam seminar tersebut, Antony membawakan perspektif seorang CEO mengenai peran HR ketika perusahaan menjadi viral dan berpotensi mengalami krisis reputasi.
“Yang disebut di sini ada krisis itu bukan hanya HR only, bukan hanya urusannya HR, itu urusan semua fungsi yang ada di perusahaan.” – Ujar Antony dalam pemaparanya.

Sementara itu, Indah Insiati, praktisi media kawasan industri, memberikan perspektif dari sisi media mengenai cara menangani krisis komunikasi.
“Yang viral itu belum selalu fakta.” Menurut Indah, persoalan internal antara karyawan dan perusahaan dapat dengan cepat berubah menjadi isu eksternal ketika dibagikan melalui media sosial. Setelah itu, publik dapat membentuk penilaian berdasarkan informasi yang mereka lihat, meskipun kronologi sebenarnya belum sepenuhnya diketahui.
Pemilihan tema seminar ini juga berangkat dari adanya pengalaman sejumlah klien BAP yang pernah menghadapi persoalan serupa. Karena itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk pemberian wawasan tambahan kepada para peserta, terutama para praktisi HR yang berhadapan langsung dengan dinamika karyawan dan reputasi perusahaan.
Antony menambahkan, seminar tidak hanya diharapkan memberikan pemahaman secara konseptual, tetapi juga menghasilkan panduan praktis atau playbook yang dapat menjadi acuan ketika perusahaan menghadapi krisis akibat isu yang viral.

Melalui pembahasan tersebut, HR diharapkan memiliki pemahaman yang lebih terstruktur dalam merespons situasi krisis, mulai dari mengenali persoalan, menentukan langkah penanganan, hingga mempertimbangkan dampaknya terhadap reputasi perusahaan.(*)