Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Investasi China Picu Perkembangan Kawasan Industri di Indonesia, Subang Jadi Primadona Baru

Hallo pabrikers, Realisasi investasi dari China di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong utama berkembangnya kawasan industri dalam negeri.

Okt 23 2024, 03:35

Cikarang.-

Hallo pabrikers, Realisasi investasi dari China di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong utama berkembangnya kawasan industri dalam negeri. Hal ini diungkapkan oleh Rivan Munansa, Director of Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia, yang menyatakan bahwa kini semakin banyak perusahaan China yang mulai merealisasikan investasinya di Indonesia, berbeda dengan dua tahun lalu ketika investasi masih dalam tahap uji coba pasar.

"Kalau sekarang sudah banyak yang realisasi dari China, kalau dua tahun yang lalu banyak testing ke market tapi gak realisasi. Sekarang sudah banyak realisasi," ujar Rivan saat dihubungi Kontan pada Senin (21/10).

Salah satu contoh investasi besar dari China adalah perusahaan kendaraan listrik Build Your Dreams (BYD), yang telah membangun pabrik di kawasan Subang Smartpolitan milik PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan total lahan yang dibeli mencapai 108 hektare.

Selain sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), Rivan menjelaskan bahwa investasi dari China juga merambah berbagai sektor lainnya, seperti barang konsumsi. "Kalau yang ngomongin dari China gak terbatas dari EV atau industri penunjang lainnya seperti baterai, tapi juga ada sektor lain, misalnya consumer goods, cukup merata sih sebenarnya," tambahnya.

Mengenai tren kawasan industri yang akan menjadi primadona hingga akhir tahun 2024 dan memasuki 2025, Rivan mengungkapkan bahwa arah perkembangan akan bergeser ke wilayah timur. Bekasi-Karawang selama ini menjadi kawasan industri yang paling berkembang, namun ketersediaan lahan semakin terbatas dan harga tanah semakin mahal. Hal ini menyebabkan investor mulai melirik wilayah lain seperti Subang.

"Di Subang kan ada tol juga yang langsung nyambung ke Patimban. Jadi memang yang berkembang ke daerah timur, tapi kalau labor-intensive for sure pasti nyarinya (kawasan industri) di Jawa Tengah, karena UMR-nya lebih rendah," jelas Rivan.

Subang dinilai sebagai alternatif kawasan industri yang menarik bagi investor karena didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk akses langsung ke pelabuhan. Seiring berkembangnya kawasan industri ke timur, Subang diprediksi akan terus menarik minat investasi dari dalam dan luar negeri.


Source: industri.kontan.co.id

Berita Terkait

No Posts Found