Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Investasi Rp200 Miliar, PepsiCo Bangun Pabrik Snack di Cikarang

Hallo Pabrikers, Perusahaan makanan dan minuman global, PepsiCo Indonesia, resmi mengumumkan investasi sebesar Rp200 miliar untuk membangun pabrik makanan pertamanya di Indonesia. Berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Agu 27 2025, 13:00

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Perusahaan makanan dan minuman global, PepsiCo Indonesia, resmi mengumumkan investasi sebesar Rp200 miliar untuk membangun pabrik makanan pertamanya di Indonesia. Berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, pabrik ini telah mulai beroperasi sejak Juni 2025 dan akan memproduksi merek camilan ikonik seperti Lay’s, Cheetos, dan Doritos.

Investasi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi PepsiCo di kawasan Asia Tenggara, dengan menargetkan pasar domestik Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan. Dengan lebih dari 30 juta konsumen, Indonesia disebut sebagai pasar strategis yang memiliki daya beli dan potensi pertumbuhan tinggi.

“Indonesia adalah pasar strategis dengan potensi besar. Investasi ini bukan hanya untuk menghadirkan produk kami, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasi dari hulu ke hilir,” ungkap Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs and Corporate Communications PepsiCo Indonesia, dalam sesi media briefing bertajuk “Towards Circularity: Tackling Waste Management Challenge Through Multi-Stakeholder Collaboration”, Selasa (26/8).

Pendirian fasilitas produksi di Cikarang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada produk impor. Pabrik ini juga menjadi bagian dari implementasi strategi global PepsiCo bertajuk pep+ (PepsiCo Positive)—inisiatif yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

PepsiCo menegaskan komitmennya terhadap pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah industri. Di pabrik baru ini, perusahaan menggunakan listrik berbasis energi terbarukan, mengembangkan biomass boiler, serta memastikan pengolahan limbah produksi, termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dilakukan sesuai standar ramah lingkungan.

“Sejak awal beroperasi, kami sudah menerapkan desain kemasan yang lebih ramah lingkungan,” tambah Gabrielle.

Secara global, PepsiCo menargetkan pengurangan penggunaan plastik hingga 92%, dengan ambisi seluruh kemasan produk dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau terurai secara hayati pada 2030.

Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan di Indonesia, PepsiCo juga menjalin kerja sama dengan Bali Waste Cycle, sebuah startup yang bergerak di bidang pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi. Startup ini menerima hibah senilai Rp20 juta melalui program Dreamhouse, inisiatif PepsiCo untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan limbah berbasis komunitas.

Melalui kolaborasi ini, PepsiCo berharap dapat memperkuat model pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, komunitas lokal, dan pelaku usaha mikro.

Investasi dan inisiatif yang dilakukan oleh PepsiCo Indonesia menjadi bagian dari upaya global perusahaan dalam mendorong transisi menuju ekonomi sirkular. Dengan mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam proses produksi dan distribusi, perusahaan ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis sejalan dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat industri hijau dan pengelolaan sampah nasional, khususnya di sektor makanan dan minuman yang menyumbang volume kemasan terbesar di pasar. (*)




Source: wartaekonomi.co.id

Berita Terkait

No Posts Found