Isu Kekeringan Masih Menimpa Kabupaten Bekasi, PJ Bupati Bekasi Ajak Perusahaan Atasi Kekeringan
Hallo Pabrikers, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan undangan kepada seluruh pelaku usaha, khususnya yang berada di luar kawasan industri, untuk berpartisipasi dalam tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan undangan kepada seluruh pelaku usaha, khususnya yang berada di luar kawasan industri, untuk berpartisipasi dalam tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi.
Pesan ini disampaikan oleh PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan pada hari Selasa (17/10/23), dalam pertemuan di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi dengan perwakilan pelaku usaha di luar kawasan industri.
"Ya, karena kemarau ini sepertinya masih panjang, kita butuh bantuan-bantuan dari perusahaan di luar kawasan. Kalau untuk perusahaan di dalam kawasan, kita sudah koordinasi dan mereka sudah banyak yang memberikan bantuan," ujarnya.
Selain itu Dani Ramdan mengatakan, pihaknya ingin membangun kemitraan atau kerjasama jangka panjang dengan kalangan dunia usaha dengan cara membentuk klaster logistik.
"Jadi nanti bantuan seperti ini tidak harus menunggu saat bencana terjadi, tetapi bisa dirancang, dilaksanakan, membuat rencana aksi, sehingga pada saatnya dibutuhkan semua bisa bergerak lebih cepat dan lebih tepat sasaran," terangnya.
Pj Bupati Bekasi menambahkan, dalam kondisi tanggap darurat bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengembangkan 8 klaster, baik di tingkat nasional, provinsi maupun di tingkat daerah.
"Di antaranya kluster pencarian dan penyelamatan (SAR), kluster pengungsian dan perlindungan, klaster kesehatan, klaster pendidikan, sarana prasarana, klaster pemulihan dini dan klaster logistik," ujarnya.
Klaster tersebut, dibentuk untuk menghimpun berbagai instansi, baik pemerintah, swasta, masyarakat dan relawan, agar bisa bekerja secara lebih sistematis dalam penanggulangan bencana.
"Jadi manajemen bencana itu bukan hanya dilakukan pada saat tanggap darurat. Tapi yang lebih penting sebelum terjadi bencana (mitigasi). Karena itu kita bentuk forum pengurangan resiko bencana (FPRB) yang sudah kita bentuk di tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa," terangnya.
Source : Bekasikab.go.id