Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Jababeka Resmikan Kawasan Correctio, Jadi Wadah Kolaborasi Start-up, Akademia, Bisnis & Pemerintah

Setelah menjalin dengan berbagai kemitraan strategis yang menggandeng pemerintah hingga mitra internasional, kini Kawasan Silicon Valley (Correctio) resmi diluncurkan.

Sep 09 2022, 02:05

Cikarang,-

Aksi nyata PT Jababeka Tbk dalam mewujudkan kawasan Silicon Valley (Correctio) di Indonesia tak terus digencarkan, dimulai dengan berbagai kemitraan strategis yang menggandeng pemerintah hingga mitra internasional serta diluncurkannya CORE sebagai kawasan komersial pertama di Correctio. Kawasan Silicon Valley ini resmi diluncurkan dengan tajuk The Grand Launching of Correctio' yang diadakan di President University Convention Center, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/9/2022).

Peresmian ini dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang diwakilkan oleh Andi Rizaldi selaku Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Managing Director Jababeka Residence Marcus Lee serta tak tertinggal Director PT. Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono.

"Ini bukan hanya soal mewujudkan satu kawasan, tetapi apa yang dapat ditawarkan ke komunitas. Correctio memiliki ekosistem yang mumpuni berbasis 4.0, menyediakan akses bagi Start-up dan Industri kepada lembaga riset, venture capital, pemerintah, penyedia solusi teknologi dan solusi manufaktur yang tergabung di satu kawasan.", ucap Sutedja Sidarta Darmono, Kamis (8/9).

Baca Juga: Wujudkan Smart & Green City, Jababeka Gandeng Mitsubishi Heavy Industries Garap Kawasan Correctio

Turut membuka Grand Launching Correctio, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi adidaya. "Jawa Barat dengan potensi yang luar biasa diwakilkan oleh Jababeka khususnya, siap dengan infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekonomi untuk membangun pembangunan yang inovatif dan berkelas dunia" katanya.

Dirinya menekankan pentingnya kolaborasi, sejalan dengan visi Correctio yang akan menggabungkan ekosistem start-up, akademia, bisnis, dan pemerintah pada kawasan ini.

Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan dalam sambutannya juga memberi dukungan bagi anak bangsa untuk terus berinovasi dalam mewujudkan Correctio "Milenial dan Gen Z harus punya mimpi besar untuk memajukan Indonesia. Harus memiliki semangat kreativitas untuk menciptakan inovasi untuk industri 4.0. Harus berani membuat gebrakan baru untuk menciptakan start-up yang bergerak dibidang tech engineering. Memberikan ide-ide efisiensi dari produksi yang kita ciptakan di Indonesia.", sambutnya.

Dalam kesempatan ini, Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Perindustrian Andi Rizaldi menyampaikan apresiasi atas upaya Jababeka dalam mewujudkan Correctio yang diresmikan pada hari ini. "Saya ucapkan selamat atas kerja sama ini, semoga dengan adanya Correctio dapat memotivasi start-up dan industri di Indonesia untuk terus berkembang menuju Industry 4.0" kata Andi.

Program ini akan menjadi magnet bagi start-up untuk berkembang di Correctio atas potensi pendanaan dan fasilitas lainnya yang dibangun Jababeka bersama para mitra strategis. Keberlangsungan start-up di Correctio dipercaya akan terus bertahan karena produk atau layanannya berpotensi digunakan oleh 2000 industri dari 30 negara yang menempati kawasan Jababeka.

Direktur PT. Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono menyampaikan beberapa fasilitas yang akan dikembangkan di Correctio dalam waktu mendatang, "Di kawasan ini akan dikembangkan sejumlah fasilitas kelas dunia yang siap mendukung perkembangan Industry 4.0 dan Society 5.0 seperti pengembangan district cooling system, pengaplikasian solar panel, urban farming, Fabrication Lab, data center, smart command center, dan masih banyak lagi serta tak tertinggal pengembangan kota berbasis TOD untuk mempermudah aksesibilitasnya." ucapnya.

Correctio yang berlokasi di Cikarang, membawa potensi besar karena bertepatan dengan aglomerasi kawasan industri terbesar di Asia, kawasan yang telah memicu bertumbuhnya perekonomian tanah air. Area ini juga telah dilengkapi dengan desain tata kota berbasis TOD yang dapat dijangkau LRT, MRT, kereta cepat, damri dan jalan raya yang menunjang kemudahan akses komunitas bagi transportasi publik, pejalanan kaki, dan pesepeda.

Correctio juga menyediakan ruang khusus bagi Start-up di Fabrication Lab (FabLab) Jababeka, dimana Start-up dapat berkreasi untuk melahirkan solusi mutakhir melalui berbagai fasili tas baik itu mesin, robot, atau Al yang disediakan. Hal ini tak cukup tanpa keterlibatan langsung mitra penelitan, oleh karenanya BRIN hadir sebagai lembaga yang mendukung kebutuhan riset Start-up di kawasan ini. Acara Grand Launching ini juga menjadi momentum pembukaan Fablab Correctio yang telah resmi menjadi satelit dari PIDI 4.0 Kemenperin.

Dalam mewujudkan lIndustry 4.0. dan Society 5,0, Jababeka bersama para mitra seperti Telkomsel akan mengakselerasi petumbuhan start-up dengan network s6, fasilitas loT (internet of Things), smart building system, dan jaringan telekomunikasi fiber optik. Selain itu, telah tersedia infrastruktur industri pendukung lainnya seperti Cikarang Dry Port, Bekasi Power dan Cikarang Listrindo, Jababeka Industrial Estate, serta Infrastruktur Cakrawala Telekomunikasi (ICTel). Hal ini merupakan aksi nyata Jababeka dalam mewujudkan proyek kawasan Correctio sebagai pusat inovasi bisnis berbasis teknologi terbesar.

Salah satu rangkaian pada Grand Launching Correctio adalah talkshow Creating New Silicon Valley in Indonesia yang menghadirkan beberapa narasumber yaitu Prof. Chairy selaku Rektor dari President University, Tirta Wisnu Permana selaku Director dari PIDI 4.0, Shinji Kobayashi selaku President Director dari Mitsubishi Heavy Industries, Jen Tan selaku President Director dari Sembcorp Energy Indonesia, Anindia Rahmawati selaku Manager Enterprise Solutions Manufacturing, Logistics and Transportation dari Telkomsel, dan Sofian Sibarani selaku Founder URBAN+. (*)



Source: industry.co.id

Berita Terkait

No Posts Found