Job Fair Rusuh? Tenang, Pemkab Bekasi Siapkan Solusi Digital Cari Kerja
Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menyiapkan sebuah platform digital yang bertujuan untuk mengatasi kericuhan yang sempat terjadi saat pelaksanaan Job Fair sebelumnya.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menyiapkan sebuah platform digital yang bertujuan untuk mengatasi kericuhan yang sempat terjadi saat pelaksanaan Job Fair sebelumnya. Platform ini akan menjadi media penghubung langsung antara pencari kerja dengan perusahaan yang membuka lowongan.
Nur Hidayah, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa para pencari kerja dapat mendaftarkan diri melalui akun khusus yang disediakan di platform tersebut. Begitu pula bagi perusahaan, yang akan memiliki akun untuk mengunggah lowongan kerja.
“Platform ini khusus untuk pencari kerja yang memiliki KTP Kabupaten Bekasi. Jadi, baik pencari kerja maupun pemberi kerja dapat saling terhubung melalui akun masing-masing,” ujar Nur Hidayah pada Minggu (22/6/2025).
Pengembangan platform ini akan dilakukan oleh Dinas Komunikasi Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi. Nur Hidayah berharap platform tersebut dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Dari hasil Job Fair sebelumnya, tercatat sebanyak 415 pencari kerja telah diterima di 25 perusahaan yang berpartisipasi, meskipun jumlah tersebut masih bisa bertambah karena proses seleksi di beberapa perusahaan masih berlangsung.
“Saat ini 415 pencari kerja telah diterima di 25 perusahaan. Namun jumlah ini masih bisa bertambah,” ungkap Nur Hidayah.
Dalam Job Fair tersebut, 65 perusahaan menyediakan total 2.622 lowongan kerja. Pihak Dinas Tenaga Kerja berkomitmen untuk terus memantau proses rekrutmen hingga seluruh kuota lowongan dapat terpenuhi.
“Kami telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan, dan mereka telah memberikan informasi terkait jadwal seleksi kandidat yang sesuai kualifikasi,” jelasnya.
Mayoritas posisi yang terisi adalah untuk jabatan operator dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA atau sederajat. Sementara itu, proses seleksi untuk posisi yang memerlukan latar belakang pendidikan sarjana masih berlanjut karena membutuhkan waktu lebih lama.
“Sebagian besar yang diterima adalah di level operator. Untuk posisi S1, sejauh ini belum ada yang diterima karena proses seleksinya masih berjalan,” tambah Nur Hidayah.
Nur Hidayah juga menegaskan bahwa peran pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja adalah sebagai fasilitator, sedangkan keputusan akhir terkait penerimaan sepenuhnya berada di tangan perusahaan.
“Kami hanya memfasilitasi pertemuan. Proses seleksi sepenuhnya berada di tangan perusahaan. Namun, kami selalu menekankan bahwa lowongan yang dibuka dalam Job Fair harus diprioritaskan untuk warga Kabupaten Bekasi, yang dibuktikan dengan KTP,” pungkasnya.
Dengan adanya platform digital ini, diharapkan proses pencarian kerja bagi warga Kabupaten Bekasi dapat berjalan lebih mudah dan terstruktur.
Source: beritacikarang.com