Jotun Resmikan Pabrik Cat Berbasis Air Rp1 Triliun di Cikarang
Halo Pabrikers, Perusahaan global di industri cat dan pelapis, Jotun, meresmikan pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di kawasan Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun pada Rabu (15/04/2026).
Cikarang –
Halo Pabrikers, Perusahaan global di industri cat dan pelapis, Jotun, meresmikan pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di kawasan Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun pada Rabu (15/04/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari langkah ekspansi perusahaan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pasar seiring pertumbuhan sektor properti dan konstruksi.
Peresmian pabrik tersebut sekaligus menandai perayaan 100 tahun inovasi global Jotun. Momentum ini mempertegas komitmen perusahaan dalam memperkuat bisnis di Indonesia, yang dinilai sebagai salah satu pasar strategis dengan kontribusi signifikan terhadap kinerja global perusahaan.
Indonesia kini masuk dalam jajaran 10 besar kontributor global Jotun dari lebih dari 100 negara operasionalnya. Pertumbuhan sektor konstruksi serta meningkatnya permintaan terhadap produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan karakter iklim tropis menjadi faktor utama yang mendorong optimisme perusahaan.
President Director Jotun Indonesia, Arun Kumar, mengatakan investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat basis produksi lokal.
“Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan Jotun. Peresmian fasilitas ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar Indonesia sekaligus komitmen untuk memperkuat manufaktur lokal,” ujarnya.
Langkah ekspansi ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri manufaktur nasional. Kementerian Perindustrian menargetkan sektor industri tumbuh hingga 5,51 persen pada 2026 dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar 18,56 persen. Kehadiran fasilitas produksi baru ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Pabrik yang memiliki kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun ini diyakini mampu meningkatkan ketersediaan produk di pasar, mempercepat distribusi, serta menjaga konsistensi kualitas untuk memenuhi kebutuhan proyek properti maupun hunian.
Selain kapasitas besar, fasilitas ini dilengkapi teknologi manufaktur modern yang terintegrasi guna mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan. Head of Marketing Jotun Indonesia, Husodo Hoe, menyebut kehadiran pabrik ini akan meningkatkan respons perusahaan terhadap kebutuhan pasar yang dinamis.
Menurutnya, standar global yang diterapkan memastikan kualitas produk tetap terjaga sekaligus relevan dengan kebutuhan lokal. Fokus pada produk berbasis air juga dinilai sejalan dengan tren hunian modern yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut diwujudkan melalui pemanfaatan energi terbarukan berupa panel surya serta penerapan teknologi pengolahan limbah air yang memungkinkan penggunaan kembali dalam proses produksi.
Peresmian pabrik ini menjadi sinyal penguatan posisi Jotun di pasar nasional, tidak hanya dari sisi ekspansi bisnis, tetapi juga kontribusi terhadap peningkatan kualitas industri properti dan konstruksi di Indonesia.
Source: www.propertynbank.com