JurnalKawasan.com Gelar CEO BUSINESS FORUM Bahas Prospek Ekonomi dan Transformasi Industri 2025
Hallo Pabrikers, Kamis(21/11/2024)– JurnalKawasan.com sukses menyelenggarakan acara bergengsi, The 3rd CEO Business Forum, bertajuk “Economic & Manufacturing Outlook 2025: Insights Business Prospects in a New Government Era”. Acara yang digelar di Sahid Jaya Hotel Lippo Cikarang ini menghadirkan pakar-pakar terkemuka untuk membahas peluang dan tantangan sektor ekonomi dan manufaktur di bawah pemerintahan baru.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Kamis(21/11/2024)– JurnalKawasan.com sukses menyelenggarakan acara bergengsi, The 3rd CEO Business Forum, bertajuk “Economic & Manufacturing Outlook 2025: Insights Business Prospects in a New Government Era”. Acara yang digelar di Sahid Jaya Hotel Lippo Cikarang ini menghadirkan pakar-pakar terkemuka untuk membahas peluang dan tantangan sektor ekonomi dan manufaktur di bawah pemerintahan baru.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka yang membahas berbagai aspek ekonomi, energi, dan industri untuk memberikan wawasan strategis kepada para peserta. Acara ini dipandu secara profesional dan menghadirkan antusiasme dari berbagai pihak, baik akademisi, praktisi, maupun pelaku bisnis.
Direktur Jurnal Kawasan.com, Dody Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.

"Forum ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan visi pemerintah dengan pelaku usaha demi menciptakan peluang baru di tahun 2025," ujarnya.
Taufik Hanafi, Perencana Ahli Utama Bappenas, membuka sesi dengan menyoroti pentingnya transformasi ekonomi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa hilirisasi industri dan penguatan konektivitas domestik serta global menjadi prioritas utama pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Transformasi ekonomi yang menyeluruh diperlukan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Penguatan hilirisasi industri, infrastruktur, dan konektivitas global adalah prioritas pembangunan jangka menengah," ungkap Taufik.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan vokasi akan menjadi faktor kunci.
"Peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi kunci untuk memastikan inklusivitas pembangunan dan daya saing Indonesia di pasar global," tambahnya.
Yui Hastoro, seorang ahli industri otomotif dari Toyota, membahas peran penting digitalisasi dalam transformasi industri 4.0. Ia mengungkapkan bahwa sektor otomotif Indonesia harus memprioritaskan efisiensi produksi dan adopsi teknologi ramah lingkungan untuk menjaga daya saing global.

"Industri otomotif Indonesia harus fokus pada efisiensi produksi melalui Lean 4.0 dan adopsi teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan persaingan di pasar global," ujar Yui.
Selain itu, ia optimistis bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat kendaraan listrik regional.
"Dengan dukungan infrastruktur, kebijakan insentif, dan penguatan rantai pasok lokal, Indonesia dapat menjadi pusat kendaraan listrik di Asia Tenggara," jelasnya.
Yana Haikal, Presiden Direktur Eaton Industries, memberikan perspektif menarik tentang transisi energi di sektor manufaktur. Dalam sesi ini, ia memaparkan konsep inovatif Everything as a Grid yang memungkinkan pabrik-pabrik memanfaatkan energi terbarukan secara efisien.

"Konsep ‘Everything as a Grid’ memungkinkan pabrik untuk memanfaatkan energi terbarukan seperti tenaga surya, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan ketahanan energi," ungkap Yana.
Ia juga menjelaskan bahwa integrasi teknologi IoT, analitik data, dan kecerdasan buatan akan mendukung tujuan keberlanjutan energi.
"Integrasi IoT dan analitik data dapat membantu pabrik meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pencapaian target nol emisi karbon,” tambahnya.
Dendi Ramdani, Chief Economist Bank Mandiri, berbicara tentang kebijakan suku bunga dan dampaknya terhadap ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa kecepatan implementasi kebijakan suku bunga lebih penting daripada arah perubahan itu sendiri.

"Isu utama bukan sekadar naik atau turunnya suku bunga, tetapi seberapa cepat kebijakan diterapkan untuk memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan koordinasi erat untuk menjaga investasi dan daya beli masyarakat," tambahnya.


Forum ini memberikan wawasan strategis bagi para peserta untuk mempersiapkan langkah-langkah konkret menghadapi tantangan ekonomi di tahun mendatang. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, acara ini menegaskan pentingnya inovasi, keberlanjutan, dan transformasi sebagai kunci utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kompetitif di era baru.