Karyawan PT Changsin Meninggal Usai Operasi Jari Efek Kecelakaan Kerja
Hallo Pabrikers, Kintan Juniasari, pekerja di PT Changsin Indonesia, Karawang, meninggal dunia setelah menjalani operasi jari tangan di Rumah Sakit Fikri Medika Karawang. Sebelumnya, Kintan mengalami kecelakaan kerja pada Sabtu (19/4/2025) pagi, saat jarinya terkena mesin pres. Menurut Engkus, kakak korban, Kintan segera dilarikan ke RS Fikri dan sempat mendapatkan perawatan awal di Instalasi Gawat Darurat. "
Karawang.-
Hallo Pabrikers, Kintan Juniasari, pekerja di PT Changsin Indonesia, Karawang, meninggal dunia setelah menjalani operasi jari tangan di Rumah Sakit Fikri Medika Karawang. Sebelumnya, Kintan mengalami kecelakaan kerja pada Sabtu (19/4/2025) pagi, saat jarinya terkena mesin pres.
Menurut Engkus, kakak korban, Kintan segera dilarikan ke RS Fikri dan sempat mendapatkan perawatan awal di Instalasi Gawat Darurat. "Kita masih sempat ngobrol. Adik saya nggak ada sakit apa-apa," kata Engkus saat ditemui awak media, Jumat (25/4/2025).
Engkus mengungkapkan, luka yang dialami adiknya tidak parah dan tidak ada patah tulang. Namun, setelah mendapat informasi bahwa Kintan harus berpuasa sebelum operasi, keluarga merasa ada ketidaksiapan dari pihak rumah sakit. "Pas waktu itu disuruh setop makan karena mau operasi, padahal dari pagi nggak ada pemberitahuan," jelas Engkus.
Setelah sempat dipindahkan ke ruang rawat inap, Kintan dibawa ke ruang operasi sekitar pukul 14.45 WIB. Engkus sempat pulang ke rumah, namun kemudian mendapat kabar mengejutkan bahwa adiknya dalam kondisi kritis di ruang ICU. "Saya kaget, kok bisa sampai kritis, padahal lukanya cuma sedikit," ujarnya.
Saat meminta penjelasan kepada dokter, Engkus diberitahu bahwa operasi dilakukan dengan bius total karena penanganan dianggap sulit. "Saya tanya kondisi adik saya sebelum operasi. Jawabannya semua normal, jantung dan dada sehat," katanya.
Paman korban, Suhendar, juga mempertanyakan penanganan medis terhadap Kintan dan meminta rumah sakit bertanggung jawab. "Kami meminta keadilan kepada pemerintah dan semua pihak yang peduli," tegasnya.
Hingga saat ini, pihak RS Fikri Medika belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi, pihak administrasi hanya menyatakan akan meneruskan pertanyaan ke unit terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Endang Suryadi, mengatakan pihaknya sedang menelusuri penyebab meninggalnya Kintan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian. "Tim kami dari Yankes sedang menelusuri. Kita lihat apakah ada suatu kelalaian atau komplikasi medis," ujar Endang.
Terkait penggunaan bius total dalam operasi luka jari, Endang menyebut kemungkinan itu diambil untuk menghindari rasa sakit saat operasi. "Mungkin dokternya mengambil kesimpulan, lebih aman bius total," tambahnya. (*)