Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Padam Setelah 21 Jam, Produksi Berpotensi Terganggu
Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal karet PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih 21 jam. Api dinyatakan padam total pada Senin (22/6) sekitar pukul 19.30 WIB setelah puluhan personel gabungan melakukan upaya pemadaman sejak malam sebelumnya.
Tangerang –
Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal karet PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih 21 jam.
Api dinyatakan padam total pada Senin (22/6) sekitar pukul 19.30 WIB setelah puluhan personel gabungan melakukan upaya pemadaman sejak malam sebelumnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, memastikan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan sehingga seluruh personel kembali ke pos masing-masing.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api yang melanda area pabrik. Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi bersama puluhan personel Damkar Kota Tangerang.
Penanganan juga melibatkan unsur Koramil, Dinas Kesehatan, relawan, hingga armada tangki air dari Dinas Pertamanan Kota Tangerang.
Meski kebakaran berlangsung hampir sehari penuh, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Beberapa petugas dilaporkan mengalami kelelahan dan luka ringan akibat banyaknya material tajam di lokasi kebakaran.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut diperkirakan berdampak terhadap aktivitas operasional perusahaan. Selain berpotensi menghentikan sementara proses produksi, kebakaran juga dapat memengaruhi rantai pasok, jadwal pengiriman produk, serta proses pemulihan fasilitas industri.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kesiapsiagaan tanggap darurat, inspeksi instalasi kelistrikan, serta sistem proteksi kebakaran di lingkungan manufaktur. Langkah-langkah preventif menjadi kunci untuk meminimalkan risiko gangguan operasional maupun kerugian yang lebih besar di kawasan industri. (*)
source: kompas