Kenapa Lahan Industri di Subang dan Bekasi Jadi Primadona? Ini 3 Alasannya
Hallo Pabrikers, Lahan industri di kawasan Subang dan Bekasi kini tengah menjadi primadona di pasar properti industri Indonesia. Menurut survei terbaru yang dirilis oleh Knight Frank Indonesia, ketersediaan lahan industri di Jabodetabek, Subang, dan Sukabumi mencapai sekitar 15.609 hektar. Dari jumlah tersebut, Subang dan Bekasi mencatatkan penjualan tertinggi, dengan total serapan awal tahun 2024 mencapai 235 hektar.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Lahan industri di kawasan Subang dan Bekasi kini tengah menjadi primadona di pasar properti industri Indonesia. Menurut survei terbaru yang dirilis oleh Knight Frank Indonesia, ketersediaan lahan industri di Jabodetabek, Subang, dan Sukabumi mencapai sekitar 15.609 hektar. Dari jumlah tersebut, Subang dan Bekasi mencatatkan penjualan tertinggi, dengan total serapan awal tahun 2024 mencapai 235 hektar.
Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, mengungkapkan bahwa lahan industri di koridor timur Jabodetabek terus diminati, terutama dalam enam bulan pertama tahun ini. "Penjualan lahan pada semester pertama 2024 telah mencatatkan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebanyak 43 persen dari total lahan yang terserap berlokasi di Karawang dan Bekasi," jelas Syarifah dalam konferensi pers Jakarta Property Highlight H1 2024.
Ada tiga sektor utama yang mendominasi permintaan lahan industri, yakni otomotif, data center, dan FMCG (Fast Moving Consumer Goods). "Sektor otomotif menjadi penyerap lahan terbesar saat ini. Selain itu, data center juga terus aktif menyerap lahan di Jabodetabek dalam tiga tahun terakhir," tambah Syarifah.
1. Infrastruktur yang Berkualitas Pulau Jawa tetap menjadi pusat utama penjualan lahan industri di Indonesia, berkat kelengkapan infrastruktur yang memadai. Misalnya, pusat data lebih memilih lokasi dekat pusat kota karena aksesibilitas dan penggunaan yang tinggi. "Data center cenderung berlokasi di area-area dengan konektivitas tinggi dan infrastruktur fiber optik yang sudah matang. Pusat kota menjadi pilihan utama karena faktor tersebut," terang Syarifah.
2. Ketersediaan Lahan di Area Strategis Kawasan Subang dan Bekasi menjadi pilihan utama karena keduanya menawarkan lahan dengan harga kompetitif dan aksesibilitas yang baik. Rata-rata harga lahan industri pada awal tahun 2024 menunjukkan perbedaan signifikan antar kawasan, dengan Bogor memimpin sebagai kawasan termahal dengan harga Rp 7 juta per meter persegi. Sementara itu, harga lahan di Subang dan Bekasi masing-masing tercatat Rp 2 juta dan Rp 2,7 juta per meter persegi.
3. Pertumbuhan Ekonomi Regional Kebutuhan akan lahan industri juga dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Subang, khususnya, telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, yang meningkatkan daya tarik kawasan ini bagi investor dan pengembang industri. "Pertumbuhan ekonomi yang cepat di Subang dan Bekasi menjadi faktor penting yang mendukung tingginya permintaan lahan industri," kata Syarifah.
Dengan harga lahan yang bervariasi di berbagai kawasan, Subang dan Bekasi menawarkan opsi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengoptimalkan biaya sambil memanfaatkan infrastruktur yang ada. Data Knight Frank Indonesia mengidentifikasi harga lahan industri sebagai berikut:
Bogor: Rp 7 juta/m²
Cilegon-Serang: Rp 3,1 - Rp 3,2 juta/m²
Tangerang: Rp 2,9 juta/m²
Bekasi: Rp 2,7 juta/m²
Karawang: Rp 2,5 juta/m²
Purwakarta: Rp 2,1 juta/m²
Subang: Rp 2 juta/m²
Sukabumi: Rp 1,6 - Rp 1,8 juta/m²
Dengan berbagai faktor pendorong, Subang dan Bekasi semakin memperkuat posisi mereka sebagai pusat utama dalam pasar lahan industri Indonesia. (*)
Source : detik.com