Melalui SIEF 2026, APINDO Bekasi Dorong Transformasi Industri Berbasis Teknologi
Hallo Pabrikers!!! Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan produktivitas dan daya saing industri. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Staffinc Industry Executive Forum (SIEF) 2026 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Cikarang, Kamis (22/10/2026).
CIKARANG –Â
Hallo Pabrikers!! Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan produktivitas dan daya saing industri. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Staffinc Industry Executive Forum (SIEF) 2026 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Cikarang, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema “Achieving Operational Excellence at Scale: Managing Complexity Across People, Processes & Technology in the Manufacturing Industry”, forum ini diikuti 54 peserta dari berbagai Perusahaan seperti PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, PT Patec Presisi Engineering, PT Progress Diecast dan lain-lain , terdiri dari anggota maupun nonanggota APINDO. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman dalam memimpin perusahaan.

Wakil Ketua DPK APINDO Bekasi , Tety Yanuati menilai perkembangan teknologi menuntut perusahaan di Kabupaten Bekasi untuk semakin adaptif terhadap perubahan metode produksi dan pola kerja. Kesiapan tersebut penting agar perusahaan mampu merespons lonjakan permintaan secara cepat sekaligus menjaga efisiensi dan kualitas.
“AI bukan tujuan, berarti AI adalah hanya alat untuk mencapai tujuan kita, bagaimana perusahaan yang dipimpin oleh kita menjadi lebih produktif, lebih efisien, lebih berkualitas, lebih cepat merespons customer, dan akhirnya menjadi perusahaan yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Tety.
Menurutnya, APINDO turut mendorong kesiapan dunia usaha melalui kegiatan edukasi dan pertukaran wawasan agar perusahaan dapat memahami pemanfaatan teknologi secara tepat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antardepartemen, sebab pencapaian target perusahaan tidak hanya bergantung pada satu fungsi, melainkan pada kolaborasi seluruh bagian yang saling terhubung.
Tety berharap dukungan infrastruktur dari pemerintah serta kolaborasi dengan penyedia solusi teknologi dapat membantu industri menghadapi persaingan. Ia mengingatkan bahwa perusahaan perlu terus meningkatkan pembelajaran dan kompetensi agar tidak tertinggal oleh perubahan.
“Teknologi kalau kita tinggalkan justru kita yang akan tertinggal, bahkan mungkin terkubur,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Scarlattino Jacob, Vice President of Marketing at Staffinc Group, menjelaskan bahwa perkembangan AI turut mengubah cara kerja dan ekspektasi produktivitas tenaga kerja. Karena itu, perusahaan perlu mengembangkan pengelolaan tenaga kerja yang tidak hanya berfokus pada penyediaan pekerja, tetapi juga pada pencapaian target bisnis melalui dukungan teknologi, data, pelatihan, dan proses kerja yang tepat.
“Pekerjaan-pekerjaan yang ada sekarang itu bertransformasi,” jelas Scarlattino.

Melalui SIEF 2026, para pelaku industri memperoleh ruang untuk mendiskusikan tantangan operasional dan berbagi pengalaman dalam menghadapi transformasi digital. Forum ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi, kepemimpinan, dan peningkatan kompetensi manusia agar pemanfaatan teknologi dapat mendukung produktivitas serta keberlanjutan industri di Kabupaten Bekasi.Â
Ke depan, peningkatan pembelajaran mengenai teknologi dan penguatan kolaborasi diharapkan dapat membantu perusahaan di Kabupaten Bekasi menghadapi perubahan secara lebih siap. Bagi APINDO, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas perusahaan sekaligus mempertahankan daya saing kawasan industri di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.