Miswadi Abu Ihsan Pimpin KomITKaBe 2026–2029, Fokus Bangun Pusat Kolaborasi Praktisi IT Industri
Miswadi Abu Ihsan terpilih sebagai Ketua Umum Komunitas IT Karawang Bekasi (KomITKaBe) periode 2026–2029. Ia meraih 77,4 persen suara dalam Kongres KomITKaBe 2026 yang digelar di Kawana Golf Residence, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
BEKASI —
Miswadi Abu Ihsan terpilih sebagai Ketua Umum Komunitas IT Karawang Bekasi (KomITKaBe) periode 2026–2029. Ia meraih 77,4 persen suara dalam Kongres KomITKaBe 2026 yang digelar di Kawana Golf Residence, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Pemilihan dilakukan melalui e-voting setelah musyawarah mufakat tidak mencapai kesepakatan. Miswadi mengungguli calon lainnya, Novianto Wijaya, yang memperoleh 22,6 persen suara. Kongres diikuti 54 peserta dari sekitar 60 undangan yang telah melalui proses verifikasi dan konfirmasi.

Memimpin organisasi yang lahir dari semangat kebersamaan para praktisi IT di kawasan industri Bekasi hingga Purwakarta, Miswadi membawa visi menjadikan KomITKaBe sebagai pusat kolaborasi dan pengembangan kompetensi praktisi IT industri yang unggul, inovatif, berdaya saing global, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi perusahaan, anggota, dan masyarakat.
Saat ini, KomITKaBe memiliki lebih dari 600 anggota yang berasal dari berbagai sektor industri. Potensi tersebut akan diperkuat agar komunitas tidak sekadar menjadi wadah komunikasi, tetapi berkembang sebagai ruang kolaborasi, inovasi dan pengembangan talenta digital industri.
“KomITKaBe sebagai wadah atau inkubator bagi para praktisi IT di kawasan industri,” ujar Miswadi. Menurutnya, komunitas dapat menjadi tempat bagi praktisi untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan keterampilan, hingga berkembang menjadi profesional IT sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Untuk mewujudkan visi tersebut, KomITKaBe akan memperkuat jaringan profesional antaranggota dan perusahaan, sekaligus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, workshop, sertifikasi dan knowledge sharing.
Pengembangan kompetensi menjadi salah satu perhatian utama karena para anggota KomITKaBe berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah. Miswadi menyebut anggota komunitas tersebar mulai dari Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang, Delta Mas hingga Subang.
KomITKaBe juga akan mendorong inovasi dan kolaborasi dengan industri untuk menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata. Kemitraan strategis dengan vendor teknologi, pemerintah dan akademisi turut menjadi bagian dari arah pengembangan organisasi.
Selain penguatan profesional, kontribusi sosial juga akan didorong melalui program literasi digital dan pengembangan talenta IT.
Roadmap Tiga Tahun
Untuk menjalankan visi dan misi tersebut, KomITKaBe telah menyiapkan roadmap program kerja selama tiga tahun.
Tahun pertama, fokus diarahkan pada penguatan organisasi, digitalisasi keanggotaan dan peningkatan engagement anggota. Tahap ini dinilai penting untuk membangun organisasi yang lebih solid sekaligus mengoptimalkan komunikasi antaranggota.
Tahun kedua, KomITKaBe akan mengembangkan Akademi KomITKaBe, program sertifikasi profesi serta memperluas partnership. Rencana tersebut sejalan dengan upaya komunitas meningkatkan kapasitas dan daya saing para praktisi IT.
KomITKaBe juga akan melanjutkan upaya memfasilitasi anggota yang ingin melanjutkan pendidikan. Sebelumnya, komunitas telah menjembatani sekitar 12 anggota untuk melanjutkan studi S2 melalui kerja sama dengan dunia akademik.
Sementara tahun ketiga akan diarahkan pada penyelenggaraan IT Industry Summit, peningkatan kolaborasi lintas industri dan pengembangan program CSR berkelanjutan. Miswadi berharap agenda tersebut dapat mempertemukan praktisi IT dengan pimpinan perusahaan, pelaku industri, asosiasi, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Langkah tersebut melanjutkan aktivitas KomITKaBe yang selama ini rutin menggelar IT Community Gathering sebagai ruang silaturahmi, berbagi pengalaman dan membangun kolaborasi antarpraktisi IT.
Dengan roadmap tersebut, kepengurusan baru KomITKaBe periode 2026–2029 menargetkan komunitas semakin solid sekaligus mampu menjadi penghubung antara talenta IT, perusahaan, dunia teknologi, akademisi dan masyarakat, sehingga keberadaan komunitas memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan industri digital di kawasan