Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PET Resmi Beroperasi di Kawasan GIIC

Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menanamkan investasi Rp556 miliar untuk membangun pabrik daur ulang botol plastik Polyethylene Terephthalate (PET) di Cikarang, Jawa Barat.

Feb 09 2023, 02:30

Cikarang,-

Hallo Pabrikers, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menanamkan investasi Rp556 miliar untuk membangun pabrik daur ulang botol plastik Polyethylene Terephthalate (PET) di Kawasan Industri GIIC Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

Perusahaan yang bekerja sama dengan PT Amadina Bumi Nusantara dan Mahija Parahita Nusantara tersebut pun menjadi pionir untuk industri-industri produk plastik lain di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun langsung meresmikan pembangunan pabrik tersebut.

“Investasinya kan Rp556 miliar dengan payback 7 tahun, ini saya pikir not bad dan bisa dibuat di tempat lain,” ujarnya saat peresmian pabrik, Cikarang, Rabu (8/2/2023).

Pabrik ini akan menjadi percontohan banyak perusahaan untuk mampu mengolah banyak sampah plastik dari hasil pengumpulan untuk menjadi rPET Pellets sebanyak 25.000 toh per tahun.

Luhut berharap jumlah tersebut bisa ditingkatkan dua kali lipat menjadi 50.000 ton per tahun.

“Keberadaan (pabrik daur ulang) ini sudah bagus sekali, kapasitas hemat saya perlu ditingkatkan karena ini masih 25.000 ton per hari, kalau bisa tahun depan kita dobel (kapasitasnya),” katanya.

Menurut Luhut, pengolahan sampah untuk menjadi PET Pellets ini penting dilakukan. Sebab, ia sangat menyoroti permasalahan sampah daur ulang yang berserakan di laut lepas yang mengakibatkan pencemaran dan membahayakan generasi penerus bangsa.

“Karena hemat saya plastik ini berbahaya, tapi juga dibutuhkan, karena bisa ke laut, dimakan ikan, ikan dikonsumsi kita, utama yang berbahaya pada ibu-ibu yang bisa hamil karena anaknya bisa cacat, kita tidak mau generasi cacat Indonesia ini,” tandas Luhut. (*)




Source: okezone.com


Berita Terkait

No Posts Found