Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Pasar Industri Jakarta Raya Tambah 40 Hektare, Karawang-Purwakarta Jadi Pemasok Utama

Pasar properti industri di Jakarta dan sekitarnya masih menunjukkan aktivitas positif hingga Kuartal II 2026. Sekitar 40 hektare lahan baru masuk ke pasar, dengan koridor Karawang–Purwakarta menjadi salah satu kontributor utama penambahan pasokan.

Sep 09 2026, 11:30

Jakarta – 

Hallo Pabrikers!! Pasar properti industri di Jakarta dan sekitarnya masih menunjukkan aktivitas positif hingga Kuartal II 2026. Sekitar 40 hektare lahan baru masuk ke pasar, dengan koridor Karawang–Purwakarta menjadi salah satu kontributor utama penambahan pasokan.

Berdasarkan riset Leads Property, tambahan tersebut membuat total pasokan lahan industri di kawasan Jakarta dan sekitarnya mencapai 14.047 hektare.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar Rupiah, pemilik lahan justru masih aktif menawarkan lahan baru, terutama di kawasan Jakarta Timur Raya (Greater Eastern Jakarta).

“Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi permintaan, khususnya dari investor asal China,” jelas Martin Samuel Hutapea, Head of Research & Consultancy Leads Property.

Aktivitas permintaan juga mengalami peningkatan. Pada Kuartal II 2026, permintaan lahan industri tercatat sekitar 67 hektare, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Dengan demikian, total permintaan secara kumulatif telah mencapai 12.880 hektare.

Martin mengatakan, ketahanan permintaan tersebut tidak terlepas dari konsumsi domestik yang tetap kuat serta investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang relatif stabil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang meski tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda.

“Kondisi tersebut mendorong tingkat penjualan meningkat 0,2 poin persentase menjadi 91,7%,” ungkap Martin Samuel Hutapea.

Dari sisi lokasi, permintaan lahan industri masih terkonsentrasi di koridor Jakarta Timur Raya. Karawang dan Purwakarta juga semakin diperhitungkan investor seiring tersedianya lahan mentah dalam jumlah relatif besar.

“Kedua kawasan ini diminati karena memiliki ketersediaan lahan mentah yang cukup besar. Sementara itu, sektor logistik, FMCG, pusat data, dan manufaktur terus menjadi pendorong utama permintaan,” terangnya.

Kenaikan aktivitas pasar turut tercermin dari harga lahan. Rata-rata harga lahan industri di Jakarta dan sekitarnya mencapai Rp3,35 juta per meter persegi atau naik 6,6% secara kuartalan (QoQ).

Peningkatan harga tersebut terutama dipengaruhi tingginya minat serta jumlah permintaan informasi (inquiry) di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Sementara itu, tarif sewa gudang relatif stabil pada kisaran Rp77.000 per meter persegi per bulan, meski naik tipis 1,8% dalam enam bulan terakhir.

Leads Property menilai prospek pasar properti industri di kawasan Jakarta Raya (Greater Jakarta) masih terbuka positif. Ketegangan geopolitik dan volatilitas nilai tukar Rupiah memang berpotensi menekan sentimen investasi, namun Indonesia tetap memiliki daya tarik bagi perusahaan asing yang ingin melakukan diversifikasi rantai pasok di kawasan regional.

Pelemahan Rupiah juga dinilai dapat meningkatkan daya saing biaya Indonesia di pasar internasional. Kondisi ini berpotensi memberikan dukungan terhadap sektor-sektor berorientasi ekspor yang diperkirakan tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan pasar industri. 

“Di sisi lain, bangunan pabrik siap pakai (ready-to-use factory buildings) dan gudang diperkirakan tetap mencatat permintaan yang kuat di tengah kondisi pasokan yang terbatas, terutama akibat meningkatnya biaya konstruksi,” tutupnya. (*)


Source: realestat.id

 

Berita Terkait

No Posts Found