Pembangunan Kawasan Industri 1.000 Hektare di Indramayu Resmi Dimulai
Hallo Pabrikers, Pembangunan kawasan industri seluas 1.000 hektare di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, resmi dimulai. Proyek ini direncanakan menjadi salah satu kawasan industri terbesar di wilayah Metropolitan Rebana. Direktur PT Wiratama Indramayu Perkasa, Edward Sofiananda, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama, seluas 300 hektare dari total 1.000 hektare akan dikembangkan.
INDRAMAYU,–
Hallo Pabrikers, Pembangunan kawasan industri seluas 1.000 hektare di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, resmi dimulai. Proyek ini direncanakan menjadi salah satu kawasan industri terbesar di wilayah Metropolitan Rebana. Direktur PT Wiratama Indramayu Perkasa, Edward Sofiananda, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama, seluas 300 hektare dari total 1.000 hektare akan dikembangkan.
Edward menyebutkan, dari area 300 hektare yang akan dibangun terlebih dahulu, delapan perusahaan industri telah menunjukkan komitmennya untuk mendirikan pabrik di kawasan tersebut. “Dari delapan tenant industri yang ada, dua di antaranya bergerak di bidang tekstil, satu di sepatu, dua di packing cup, satu di logistik, dan satu lagi di koper atau tas,” jelas Edward dalam keterangan persnya pada Selasa (20/8/2024).
Edward menambahkan bahwa industri-industri yang akan beroperasi di Kawasan Industri Losarang ini adalah perusahaan ekspor yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) serta penyerapan tenaga kerja lokal. “Kami menargetkan pembangunan kawasan industri seluas 300 hektare ini selesai dalam waktu tiga tahun. Pembangunan pabrik-pabrik di area ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan September hingga November mendatang,” katanya.
Untuk mendukung proyek ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu saat ini sedang mengusulkan persetujuan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu 2024-2044 ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI. Perubahan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan realisasi investasi serta mengembangkan potensi lokal di Metropolitan Rebana. Dalam rencana pengembangan kawasan Metropolitan Rebana, pemerintah daerah telah mengalokasikan 14.000 hektare lahan untuk berbagai keperluan, termasuk kawasan industri, penghasil garam, perikanan, tanaman pangan, permukiman, pariwisata, dan hutan. Selain itu, alokasi lahan juga diperuntukkan untuk pengembangan perkotaan Indramayu dan Karangampel, pengelolaan minyak dan gas bumi, serta kawasan agropolitan.
Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyatakan bahwa pembangunan kawasan industri merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing Kabupaten Indramayu di tingkat Metropolitan Rebana. “Kawasan industri ini diharapkan tidak hanya menarik investor dari dalam dan luar negeri, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang akan mengubah wajah Kabupaten Indramayu,” ujar Nina Agustina.
Dengan dimulainya proyek ini, Kabupaten Indramayu diharapkan dapat mengalami transformasi ekonomi yang signifikan, meningkatkan daya tarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. (*)
Source : bandung.bisnis.com