Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak untuk Perusahaan yang Terapkan Industri Hijau

Hallo Pabrikers, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi industri berkelanjutan melalui berbagai kebijakan dan insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan konsep industri hijau. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus menarik investasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Jul 29 2026, 13:20

Semarang – 

Hallo Pabrikers, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi industri berkelanjutan melalui berbagai kebijakan dan insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan konsep industri hijau. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus menarik investasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng telah menyiapkan berbagai insentif, termasuk keringanan pajak bagi kawasan industri maupun perusahaan yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) serta mengimplementasikan prinsip green economy.

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Jateng Green Industrial Summit 2026 yang digelar di Grand Candi Hotel, Semarang.

Menurutnya, pengembangan industri hijau telah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2025–2029.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah Nomor 26 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Fasilitasi Industri Hijau sebagai landasan implementasi di lapangan.

Luthfi menegaskan, penerapan industri hijau bukan lagi sekadar visi jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan mulai sekarang agar industri mampu menjawab tantangan global.


Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penerapan sistem industri yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta lebih efisien dalam penggunaan energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.

"Dengan begitu dunia internasional akan melihat bahwa Jawa Tengah telah menerapkan green economy dan green industry. Penerapan industri hijau tentu dimulai dari hulu hingga hilir, mulai dari industri kecil, menengah, hingga besar," ujar Luthfi.

Ia menambahkan, transformasi menuju industri hijau merupakan langkah strategis untuk menjaga daya saing sektor industri Jawa Tengah dalam rantai pasok global sekaligus membuka peluang masuknya investasi yang lebih berkualitas.

Menurutnya, sejumlah negara tujuan ekspor produk industri pengolahan dari Jawa Tengah kini mulai menerapkan standar perdagangan yang mengutamakan rendahnya emisi karbon.

"Saya bertemu perwakilan 41 negara Uni Eropa di Solo. Mereka menyampaikan bahwa keberlanjutan lingkungan, industri hijau, dan energi baru terbarukan kini menjadi kebutuhan," kata Luthfi.

Versi ini lebih sesuai dengan karakter berita Jurnalkawasan.com: pembuka langsung menonjolkan nilai berita, alur lebih sistematis, mengurangi kemiripan dengan naskah sumber, serta tetap mempertahankan seluruh informasi penting tanpa mengubah substansinya. (*)





Source: radioidola

Berita Terkait

No Posts Found