Loker : HRGA Staff đź“Ť Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

đź“© Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Pensiunan Jangan Sampai Post Power Syndrome

Hallo Pabrikers, Kayangan Living Senior kolaborasi dengan PT Adika Catur Daya menggelar sharing session bertajuk “Persiapan Pensiun vs Tidak Ada Kata Pensiun” serta buka puasa bersama di Khayangan Care Center, pada Kamis (13/4/23).

Apr 14 2023, 06:00

Cikarang,-


Hallo Pabrikers, Kayangan Living Senior kolaborasi dengan PT Adika Catur Daya menggelar sharing session bertajuk “Persiapan Pensiun vs Tidak Ada Kata Pensiun” serta buka puasa bersama di Khayangan Care Center, pada Kamis (13/4/23). Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari berbagai perusahaan.

Pakar Hukum Ketenagakerjaan B. Woeryono didapuk sebagai narasumber Sharing Session yang mengangkat tema “Persiapan Pensiun vs Tidak ada Kata Pensiun”. Tema tersebut cukup menarik perhatian dan menciptakan rasa penasaran audiens, sehingga bertanya mengenai pensiun.

Woeryono menuturkan pandangannya mengenai persiapan pensiun. Pensiun sendiri baginya merupakan berhentinya seorang individu melakukan kegiatan sehari-harinya dan mulai merawat kesehatan fisik dan psikis. Ia pun menjelaskan bahwa Senior Living D’Khayangan merupakan salah satu opsi untuk mempersiapkan pensiun.

“Tentunya berbicara mengenai persiapan (pensiun), saya harus memikirkan kehidupan ke depannya. Pensiun di benak saya adalah berhenti, di mana fisik dan psikis sudah mulai habis. Salah satu contohnya (mempersiapkan pensiun) adalah berpikir masuk ke Khayangan, dimana kita terus memiliki kegiatan tanpa perlu mengganggu anak-anak dan cucu kita,” ujar Woeryono.

Ia pun menjelaskan bahwa di usia yang sudah tidak lagi mumpuni, beberapa orang bisa saja mengalami post power syndrome atau sindrom pasca kekuasaan. Menurutnya, ini merupakan pengaruh psikis yang mulai termakan usia.

“Kami tau akan kemampuan diri, hal ini termasuk psikis. Pada saat motivasi ataupun psikis kita mulai bergerak menurun terlebih pada saat setelah pensiun, langsung lakukan sesuatu yang mengangkatnya kembali. Setiap orang berbeda-beda menaikkan motivasi serta psikisnya, dan itu tidak ada rumusnya,”

Ia pun menambahkan

“Jangan nunggu sampai nanti, ketika sudah sampai pada dasar titik nadir mengangkatnya akan susah. Salah satu caranya mungkin dapat diisi dengan olahraga yang tentunya disesuikan dengan usia dan kebutuhan,”

Woeryono pun menjelaskan terdapat 4 hal yang harus diperhatikan dalam melakukan persiapan pensiun.

“Terdapat 4 hal yang harus diperhatikan dalam persiapan pensiun yaitu passion, sosial, spiritual, dan tentunya fisik,” pungkasnya.

Melalui interview singkat, Trisno Muldani Director of Sales Marketing Jababeka Hospitality selaku penyelenggara, menuturkan latar belakang dari terciptanya kegiatan ini.

“Ini memang merupakan fenomena di sekitar kita. Menjelang pensiun terdapat 2 bagian antara tim yang harus siap pensiun dan ada yang tidak usah pensiun serta meneruskan bekerja. Orang selalu fokus terhadap materil. Pada saat mereka pensiun, mereka justru memikirkan harus punya apa dan apa, tanpa memperhatikan dan mempersiapkan mental serta sosial pasca memiliki jabatan,” ujarnya.

Berita Terkait

No Posts Found