Pertamina Temukan Cadangan Besar di Bekasi
Hallo Pabrikers, Penemuan sumber minyak bumi dan gas alam (migas) di Bekasi baru-baru ini menggemparkan masyarakat.
Bekasi,-
Hallo Pabrikers, Penemuan sumber minyak bumi dan gas alam (migas) di Bekasi baru-baru ini menggemparkan masyarakat. Tampaknya diperkirakan ada cadangan minyak dan gas yang besar di sumber tersebut. Direktur Riset PT Pertamina Hulu Energi (PHE)Muharram J Panguriseng mengatakan, pihaknya akan mempercepat proses bisnis selanjutnya setelah ditemukannya sumber minyak dan gas di Bekasi.
"Kami sedang berusaha mempercepat proses bisnis berikutnya, sedang mengevaluasi apakah akan langsung ke PSE (Penetapan Status Penelitian) atau tambah 1 lebih baik, sedang mengevaluasi,"; ujarnya di sela-sela Media Gathering Subholding Hulu di Lombok, Rabu (2 Juni 2024).
Katanya, pengeboran kedua akan dilakukan pada akhir tahun ini. Dia berharap drama itu akan siap sebelum tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini kalau sudah sampai, pengeboran kedua bisa langsung masuk ke PSE sebelum akhir tahun. Kita harapkan POD bisa produksi tidak lebih dari 3 tahun," ucapnya.
Katanya di wilayah ini mempunyai potensi migas hingga 43 juta barel setara minyak. “Itu migas, menurut saya besar karena 43 juta barel setara minyak. Minyak mendominasi,” katanya.
“43 juta itu bisa dieksploitasi, jadi bisa diproduksi, tapi kalau teknik pengangkatannya bisa lebih baik, produksinya akan lebih baik, bisa lebih besar, karena tempatnya cukup besar”, dia .said.
Selain migas dalam negeri, PHE juga tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi beberapa blok di luar negeri. Setelah mengakuisisi satu blok minyak dan gas alam (migas) di Malaysia bersama Petronas, perusahaan tersebut tengah menjajaki beberapa blok di Amerika Selatan. dan Afrika.
"Secara internasional, kami juga bekerja sama dengan ENI dan Petronas untuk mengevaluasi beberapa blok di Afrika dan Amerika Selatan. “Evaluasi sudah berlangsung. Mudah-mudahan selain ikan besar, kita juga mendapatkan calon yang sejajar dengan kita,”; dia berkata.
Mereka menghakimi. Setelah itu, pihaknya memutuskan untuk melakukan pemblokiran. Skemanya berbeda-beda, ada yang pindah ke blok yang sudah ada dengan mengambil hak partisipasi atau unit penyertaan (PI), ada juga yang pindah ke blok baru.
“Itu akuisisi yang merupakan blok eksisting, tapi kami pindahkan PI ke sana. Ada juga, misalnya Malaysia, yang kita masuki blok baru bersama mitra kita,” tuturnya.
source finance.detik.com