Pj. Bupati Bekasi dan Dinas Pariwisata Ajak Perusahaan Kembangkan Wisata Industri
Hallo Pabrikers, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi baru saja menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan membahas mengenai wisata industri Kab. Bekasi.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi baru saja menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan membahas mengenai wisata industri Kab. Bekasi. Pada kegiatan kali ini dihadiri oleh belasan perusahaan ternama seperti PT. Samsung Electric Indonesia, PT Yamazaki Indonesia, PT. Yoyic Dairy Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa Perusahaan pengelola kawasan seperti PT. Lippo Cikarang, MM2100 serta GIIC. Tampak Pj. Bupati Bekasi pun hadir dan menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini digelar di PrimeBiz Hotel, Cikarang, Selasa (10/09/23).
Iyan Supriatna, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Bekasi menuturkan bahwa program yang telah dilaunching beberapa waktu lalu tersebut telah memberikan warna baru serta memiliki manfaat yang banyak pada perekonomian Kab. Bekasi.
“Alhamdulillah program (wisata industri) yang kita telah launching beberapa waktu lalu ini telah menunjukkan sedikit kebermanfaatannya, hal itu dapat disampaikan meilhat indikator-indikator keberhasilan seperti puluhan perusahaan sudah bergabung dalam factory tour, puluhan hotel, katering dan travel memberikan harga khusus untuk wisatawan Factoy Tour, serta penyerapan tenaga kerja dan masih banyak lagi,” tuturnya.
Ia pun berharap dan mengajak perusahaan-perusahaan di Kab. Bekasi dapat berjalan bersama dalam membangun wisata industri. Iyan pun menargetkan tahun 2025 menjadikan wisata industri di kabupaten Bekasi menjadi Industrial Tourism yang terkemuka dan sudah dapat mencanangkan “Visit Amazing Bekasi 2025”.
“Kami akan sangat senang dan terbuka apabila perusahan-perusahaan mau bergabung dan berjalan bersama dalam pengembangan wisata industri, jadi bukan hanya program terukur juga perlu adanya dukungan baik dari perusahaan-perusahaan sehingga ini berjalan dengan lebih baik lagi, sehingga tahun 2025 dapat dicanangkannya Amazing Visit Bekasi 2025,” harap Iyan.
Sementara itu, Dani Ramdan PJ Bupati Bekasi terus mendorong agar para perusahaan dapat ikut berpartisipasi dalam program wisata industri ini. Ia menjelaskan bahwa program wisata industri ini cukup berbeda dengan wisata pada umumnya.
“Jika dilihat dengan daerah lain, kita memang tidak memiliki wisata alam yang wah tapi kita memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Hal ini tentunya menjadi potensi untuk kita kembangkan menjadi wisata terutama study tour. Karena kan biasanya study tour itu ke tempat rekreasi yang hanya memiliki entertaimentnya saja, berbeda dengan wisata industri yang memiliki edutaiment, jadi benar-benar ada studynya,” jelasnya.
Ia pun menuturkan bahwa dengan berpartisipasinya perusahaan dalam wisata industri akan membantu perekonomian di Bekasi khususnya pada UMKM.
“Manfaat perusahaan dalam wisata industri yang paling jelas ialah memperkenalkan produknya ke khalayak ramai, selain itu ada juga manfaat yang sangat luar biasa dimana dengan terselenggaranya program ini akan membantu UMKM lokal dengan bekerja sama dalam bidang mungkin seperti katering, travel atau bahkan toko oleh-oleh menjadi ramai buah hasil program ini,” imbuh PJ Bupati Bekasi.
Kegiatan tampak hangat ketika PJ. Bupati Bekasi ditemani dengan Kepala Dinas Pariwisata berdialog dan berdiskusi dengan partisipan dalam kemajuan wisata industri Kab. Bekasi. Kegiatan FGD tersebut akhirnya ditutup dengan penandatangan nota kesepahaman antara Pj. Bupati Bekasi, Dinas Pariwisata dan Perwakilan perusahaan. (rf)