PT Kayaba Apresiasi Konsistensi Apindo Dalam Sosialisasi HIP
Hallo Pabrikers, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi terus konsisten dalam mensosialisasikan mengenai Hubungan Industrial Pancasila.
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi terus konsisten dalam mensosialisasikan mengenai Hubungan Industrial Pancasila. Setelah kemarin mengadakan di PT. Autocomp Systems Indonesia, Kini Apindo menggelar sosialisasi tersebut di PT Kayaba Indonesia yang berada pada Kawasan MM2100, Senin (26/06/23). Selain dihadiri oleh karyawan PT. Kayaba Indonesia, Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPC SPMI Kota/Kab. Bekasi dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kab. Bekasi.
President Director of PT. Kayaba Indonesia, Nur Kholis Farhan mengingatkan pentingnya agenda kali ini.
“Jadi hari ini agendanya ialah mengenai sosialisasi Hubungan Industrial Pancasila. hal ini sangat penting, mengingat setiap hari kita selalu berinteraksi baik dari manajemen hingga para pekerja,” ucapnya.

Tujuan diadakannya kegiatan ini, tentu untuk menyamakan pemahaman mengenai Hubungan Industrial Pancasila sehingga.
“Tujuan diadakannnya acara ini untuk menyamakan pemahaman, dimana dilakukan berbarengan dan tidak sendiri-sendiri. Ini dilakukan bareng supaya kita sama sama memahami dan visi kita sama,” jelas Nur Kholis.
Pada akhir sambutan, Ia menyampaikan apresiasi terhadap Apindo dan berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pekerja maupun perusahaan PT Kayaba Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Apindo yang sudah meluangkan waktunya untuk menghadiri sekaligus mensosialisasikan Hubungan Industrial Pancasila, semoga adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Sutomo Selaku Ketua Apindo Kabupaten Bekasi menjelaskan sedikit mengenai hubungan industri.
“Bicara mengenai hubungan idnustrial itu sederhana, hubungan industrial itu ya hubungan antara tenaga kerja dan pengusaha dan kemudian di era 80-an dilahirkan dan didasari dengan nilai-nilai pancasila” jelasnya.

Ia pun menambahkan bahwa Hubungan Industri sempat terhenti pada awal era reformasi, namun Sutomo menuturkan bahwa komunikasi yang tercipta pada era reformasi belum cukup kuat untuk melahirkan sebuah hubungan industri yang baik.
“Melihat perjalanan waktu hingga saat ini, Hubungan Industrial Pancasila terhenti pada saat era reformasi. Tetapi pada kenyataannya, reformasi belum melahirkan sebuah bentuk komunikasi yang baik antara pekerja, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana membangun masa depan buruh dan pekerja” tambah Sutomo.
Sutomo berharap agar Hubungan Industrial Pancasila menjadi landasan para pelaku industri, dimana ini merupakan hal yang juga diharapkan oleh pemerintah.
“Mudah-mudahan HIP nanti akan menjadi sebuah landasan dan pijakan bagi pelaku industri di bipartit ini, karena ini merupakan sesuatu yang diharapkan oleh pemerintah.” harapnya
Edi Rochayadi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi menuturkan agenda ini sudah dicanangkan sejak 2019 lalu, dengan elihat akan begitu banyak tantangan industri kedepannya.

“Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 telah mencanangkan kegiatan HIP, Karena kita lihat hubungan industrial sekarang hingga kedepan memiliki tantangan yang bisa dikatakan tidak ringan,” tuturnya.
Ia pun menambahkan, “Menatap tantangan kedepan maka kita mencoba membuat, merumuskan dan mereaktualisasikan Hubungan Industrial Pancasila. Perlu ada perubahan-perubahan seiring dengan berjalannya waktu,” tambahnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa agenda yang digelar di PT Kayaba Indonesia ini menjadi sebuah pengayaan bagi industri yang ada di Kabupaten Bekasi.
“Agenda kali ini penting, karena ini menjadi sebuah pengayaan bagi kita. Kami berharap agar setelah pelatihan ini tentu dapat diaplikasikan pada perusahaan,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi-materi mengenai Hubungan Industrial Pancasila, diskusi dan juga ditutup dengan foto bersama. (rf)