Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Ratusan Perajin Tempe Bekasi Mogok 3 Hari Mulai Senin

Bekasi,- Halo Pabrikers, Lebih dari 300 perajin tahu di Kota Bekasi melakukan mogok produksi selama tiga hari mulai Senin (21/2) besok hingga Rabu mendatang.

Feb 21 2022, 01:30

Bekasi,-

Halo Pabrikers, Lebih dari 300 perajin tahu di Kota Bekasi melakukan mogok produksi selama tiga hari mulai Senin (21/2) besok hingga Rabu mendatang.

Sedulur Perajin Tahu Indonesia (SPTI) Koordinator Wilayah Kota Bekasi, Sugeng mengatakan, keputusan mogok produksi dikarenakan harga kedelai yang terus melonjak.

"Kalo perajinnya (di Kota Bekasi) 300-an rata-rata karyawannya 5 hingga 10. aksi mogok, karena kondisi seperti ini bahan bahan tidak terjangkau," jelasnya, Minggu (20/2).

Selain harga kedelai yang melonjak, lanjut Sugeng, dirinya juga meminta pemerintah pusat untuk menetapkan harga kedelai yang setiap hari terus naik.

"Soalnya selama ini kedelai naiknya langsung, hampir setiap hari naik terus, jadinya pengen mengerti pemerintah kasih kesepakatan harga untuk UKM ini berapa," jelasnya.

Sugeng juga mengatakan, aksi mogok produksi ini dapat membuat pemerintah pusat lebih memperhatikan perajin yang membutuhkan bahan baku kedelai.

"Harapannya untuk pemerintah lebih mengerti mengenai bahan baku ini, biar setidaknya ada perhatian dari pemerintah kepada kami kami UKM biar lebih baik lagi," harapnya.

Salah satu perajin tahu Benjo (31) mengatakan, sejak harga kedelai melonjak tinggi dirinya harus mengurangi jumlah karyawan. "Kita sudah lakukan pengurangan sebanyak tiga orang pekerja sepanjang bulan ini," katanya.

Dia juga akan mengikuti mogok produksi sesuai kesepakatan pengusaha tahu se-Jabodetabek. "Kita tetap instruksi. Yang lain mogok, kita juga ikut. Kalau teruskan (produksi) repot, kita pasti tetap merugi," jelasnya.(*)


Source : merdeka.com

Berita Terkait

No Posts Found