Loker : HRGA Staff 📍 Placement: Lamongan   Perempuan, dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang HRGA Pendidikan minimal D3/S1 Memahami dan mampu menerapkan kebijakan serta prosedur HRGA Memiliki pengetahuan yang baik tentang peraturan ketenagakerjaan

📩 Send your updated CV to:
murih.hermawan@japfa.com

Tips Bersepeda Jarak Jauh yang Aman

Saat ini bersepeda menjadi hobi olahraga yang sedang tren. Untuk beberapa komunitas, bersepeda jarak jauh menjadi salah satu kegiatan.

Des 04 2021, 00:30

Cikarang,-

Halo Pabrikers, Saat ini bersepeda menjadi hobi olahraga yang sedang tren. Untuk beberapa komunitas, bersepeda jarak jauh menjadi salah satu kegiatan. Sebelum melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Dilansir dari Yescycling, berikut beberapa tips bersepeda jarak jauh.


Carb Loading

Carb loading atau pemuatan karbohidrat biasanya dimulai dua hari sebelum perjalanan, jadi Anda harus membuat rencana sebelumnya. Beristirahatlah selama hari-hari ini dan otot Anda akan membangun banyak simpanan glikogen, jika makanan yang dikonsumsi dengan benar.

Makanan yang cocok untuk carb loading adalah nasi, ikan, pasta, dan kentang.


Berlatih dengan Jarak yang Lebih Pendek

Baiknya melakukan latihan sebelum bersepeda jarak jauh. Masa otot akan terbiasa apabila seseorang bersepeda rutin sebelum bersepeda jarak jauh. Anda harus secara bertahap meningkatkan jarak perjalanan Anda dan perlahan mencapai titik ketika Anda dapat melakukan perjalanan lebih panjang. Agar tubuhmu menjadi terbiasa.

Saat hendak bersepeda sejauh 150 kilometer, lakukan pemanasan 50-75 persen dari jarak bersepeda atau 75-95 kilometer.


Gunakan GPS yang Dilengkapi dengan Heart-rate Monitor

Fungsi dari GPS ini bertujuan untuk memberitahu jarak, waktu, kecepatan, rata-rata kecepatan hingga detak jantung. Alat deteksi detak jantung berguna untuk mengontrol keadaan jantung Anda selama perjalanan.


Makan dan Minum Banyak Selama Perjalanan

Pesepeda dianjurkan untuk makan dan minum yang cukup. Seseorang baiknya mengonsumsi makanan ringan setiap 20 menit sekali dan minum air mineral 1 liter setiap 1 jam.

Saat kadar glukosa darah sangat rendah karena sudah bersepeda dalam jangka waktu lama tentunya Anda akan merasa sangat lelah. Kemungkinan besar Anda tidak akan cukup kuat menyelesaikan perjalanan.


Periksa Sepeda Sebelum Perjalanan Jauh

Pertama, Anda harus memeriksa roda Anda apakah sudah dikencangkan dengan benar serta memeriksa tekanan ban.

Anda juga dapat melakukan uji rem cepat dengan memutar roda satu per satu dan menerapkan rem. Jika perlu Anda bisa melumasi rantai sebelum perjalanan jauh karena itu bisa membuat perbedaan besar.


Pilih Gir dengan Rasio yang Tepat

Bersepeda jauh harus memilih gear dengan rasio yang tepat. Ukuran gear depan kecil dengan gear belakang besar dapat memberi kenyamanan untuk bersepeda dengan jarak yang jauh.

Ketika bersepeda dengan trek yang menanjak, hendaknya mengubah posisi gear belakang ke paling besar. Ini bertujuan untuk meringankan kayuh kaki ketika menanjak.

Kenali trek dan konsultasikan rasio gear pada ahli sepeda, sebelum melakukan perjalanan jauh. Biasanya bengkel sepeda dapat memberi solusi agar nyaman bersepeda pada trek tertentu.


Periksa Arah Angin dan Cuaca

Angin dan cuaca merupakan salah satu musuh utama dalam bersepeda jarak jauh. Hendaknya Anda memeriksa cuaca dan arah angin yang bertiup sebelum memulai perjalanan karena bersepeda melawan arah angin akan lebih melelahkan.

Setelah itu, cermati pula cuaca yang hendak dilalui. Apabila turun hujan, pesepeda harus mempertimbangkan jalur lain agar trek yang dilalui tidak menghambat perjalanan Anda.


Gunakan Pakaian dan Perlengkapan

Penggunaan pakaian dan perlengkapan sepeda memberikan rasa aman dan nyaman, terlebih bersepeda jarak jauh. Berikut beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk bersepeda jarak jauh :

Helm

Celana khusus sepeda

Baju khusus sepeda

Kacamata pelindung

Sepatu

Lampu sepeda.


Set Up Sepeda

Pada perjalanan jarak jauh pengaturan sepeda menjadi sesuatu yang penting. Ketinggian sadel juga merupakan pengaturan yang, jika sadel terlalu tinggi, untuk mempertahankan tenaga penuh pada akhir gaya downstoke panggul harus miring ke samping juga menyebabkan bengkokan samping pada tulang belakang lumbal.

Tekukan sisi lateral dan kemiringan panggul yang berulang dapat menyebabkan masalah sendi sakroiliaka dan juga tulang belakang lumbal dalam jangka panjang. Sebaliknya, jika pelana terlalu rendah, lutut tidak melakukan pergerakan yang luas sehingga meningkatkan tekanan ke tempurung lutut dengan demikian meningkatkan kemungkinan nyeri lutut. Selain itu, dapat menyebabkan sakit punggung.


Bagi perjalanan menjadi 3 bagian

Apabila jarak yang hendak dilalui sejauh 100 kilometer atau lebih, bagi menjadi 3 bagian. Jadikan bagian pertama perjalanan momen pemanasan otot.

Kedua, uji otot-otot dengan intensitas yang lebih tinggi. Pada bagian ketiga, otot bersiap untuk melakukan sprint. (*)

Berita Terkait

No Posts Found