Yayasan Global Insan Mulia Gelar Puncak Gebyar Ramadhan, Cetuskan Program Beasiswa Untuk Masyarakat Sekitar
Hallo Pabrikers, Yayasan Global Insan Mulia menggelar serangkaian puncak acara Gebyar Ramadhan 1445 H yang ditutup dengan acara buka puasa bersama dan Tabligh Akbar serta santunan anak yatim & dhuafa di Kampus STEBI Global Mulia, Cikarang pada Kamis (4/4/2024).
Cikarang,-
Hallo Pabrikers, Yayasan Global Insan Mulia menggelar serangkaian puncak acara Gebyar Ramadhan 1445 H yang ditutup dengan acara buka puasa bersama dan Tabligh Akbar serta santunan anak yatim & dhuafa di Kampus STEBI Global Mulia, Cikarang pada Kamis (4/4/2024).
Dalam acara tersebut di hadiri oleh, Ketua Yayasan Global Insan Mulia, Teguh Wibowo; Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Royani; Camat Cikarang Utara, Enop Can dan beberapa tamu undangan lainnya serta diikuti oleh karyawan dan jajaran manajemen Yayasan Global Insan Mulia.

Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an disambung dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Gebyar Ramadhan 1445 H, Endang Sutisna. Melalui sambutannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan acara rutin yang sudah diadakan setiap tahun.
“Tentunya pada bulan Ramadhan ini bisa dijadikan momentum bagi kita untuk bisa berbagi kepada sesama. Dari hal tersebut Yayasan Global Insan Mulia setiap tahunnya rutin mengadakan acara Gebyar Ramadhan, ini merupakan salah satu wujud syukur atas apa yang Allah berikan kepada kita. Acara yang digelar pada hari ini merupakan puncak dari Gebyar Ramadhan yang pada rangkaian kegiatannya diawali dengan penyambutan bulan suci Ramadhan, dilanjutkan dengan berbagi takjil bersama, buka puasa bersama, kemudian ada memperingati hari Nuzulul Qur’an hingga puncaknya pada sore hari ini yaitu Tabligh Akbar, buka puasa bersama dan santunan anak yatim-dhuafa,” ucap Endang.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Yayasan Global Insan Mulia, Teguh Wibowo. Pada penyampaiannya, ia menuturkan bahwa pentingnya untuk terus menumbuhkan rasa empati kepada sesama manusia.
“Pada kesempatan kali ini, ada satu hal yang bisa kita teladani, bisa kita ambil makna pelajaran dari saudara-saudara kita kaum dhuafa, kita latih diri kita untum menumbuhkan rasa empat kepada sesama, karena kita merupakan bangsa yang besar. Mudah-mudahan dengan rasa empati yang terus dibangun bersama bangsa kita akan menjadi bangsa besar yang bisa sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya,” ucap Teguh.

Ia pun menambahkan bahwa Yayasan Global Insan Mulia siap membantu anak-anak sekitar lingkungan Yayasan mendapatkan pendidikan yang layak dengan biaya gratis.
“Kemudian bagian dari empati kita juga, kita berkirim surat kepada Pak Camat dan Pak Lurah silahkan warga Bapak yang perlu kami bina lingkungan ataupun beasiswa agar kami siapkan pendidikan gratis untuk anak-anak di lingkungan Yayasan Global Insan Mulia ini. Ketika hal kecil yang baik bisa dilakukan oleh banyak pihak, Insya Allah akan menjadi bola salju akan menjadi besar, itu cita-cita kami Pak, jadi sekecil apapun yang kita lakukan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua” tutup Teguh.
Enop Can selaku Camat Cikarang Utara turut memberikan apresiasi terhadap program beasiswa dari Yayasan Global Insan Mulia bahwa masyarakat Cikarang Utara dapat mengikuti program tersebut.

“Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Ketua Yayasan tadi saya sependapat bahwa kita itu harus cepat, cekatan, sigap, dan semangat dalam membantu sesama. Dan saya sangat berterima kasih kepada Yayasan Global Insan Mulia yang begitu peduli dengan masyarakat Cikarang Utara khususnya, dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut beasiswa, saya sangat mengapresiasi program tersebut,” ungkap Enop.
Dalam kesempatan yang sama juga terdapat tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Kamaludin. Ia meyampaikan tausiah dengan tema penyebab hati manusia menjadi gelap.

“Syekh Nawawi Al-Bantani ulama kharismatik dunia asal Banten dalam salah satu kitab karangan beliau Nashoihul Ibad, mengatakan ada 4 penyebab hati manusia menjadi gelap. Pertama, karena perut yang terlalu kenyang. Kedua, berteman dengan orang-orang zalim. Ketiga, melupakan dosa yang pernah dilakukan. Keempat, mengharapkan sesuatu yang sulit didapat,” ucapnya.
Setelah tausiah, acara disambung dengan, pemberian santunan anak yatim & dhuafa, dilanjut foto bersama, dan ditutup dengan buka puasa bersama. (prs)